**Borneonews - Batam**, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam mengadakan penyuluhan kesehatan bagi warga binaan, yang bertujuan untuk mencegah penularan infeksi terkait virus HIV/AIDS. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 September dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran serta sikap proaktif warga binaan dalam menjaga kesehatan mereka.
Kepala Lapas Batam, Heri Kusrita, dalam keterangan resminya, menjelaskan bahwa penyuluhan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas kesehatan di antara para narapidana. Kegiatan ini diorganisir oleh Klinik Pratama Lapas dan dihadiri oleh 19 perwakilan warga binaan.
Penyuluhan kesehatan rutin ini bagian dari program pencegahan terhadap berbagai penyakit infeksi menular, termasuk HIV dan TBC. Selain sesi edukasi, para peserta juga diminta untuk mengisi formulir yang menyatakan kesediaan mereka dalam mengkonsumsi obat profilaksis untuk mencegah infeksi HIV.
Dalam sesi penyuluhan, peserta mendapatkan informasi mengenai pengertian penyakit, gejala umum, serta langkah-langkah pencegahan infeksi menular seksual. Selain itu, tujuan penggunaan obat profilaksis juga dijelaskan secara mendetail agar para warga binaan memahami pentingnya pencegahan sebelum terjadi infeksi.
Data yang diperoleh melalui pengisian formulir kemudian diserahkan kepada Puskesmas Batu Aji. Selanjutnya, data tersebut juga diteruskan kepada Dinas Kesehatan Kota Batam, yang akan menyalurkan obat profilaksis ke Lapas Batam.
Dokter Klinik Pratama Lapas Batam, dr. Martina Sri Rezeki, menyatakan bahwa obat profilaksis akan segera didistribusikan ke warga binaan setelah diterima dari Dinas Kesehatan. Ia menambahkan bahwa warga binaan yang belum mengikuti penyuluhan akan diberikan kesempatan untuk bergabung di lain waktu, demi memastikan bahwa seluruh penghuni Lapas Batam terlindungi dari penyakit menular.
Saat ini, jumlah total warga binaan di Lapas Batam tercatat sebanyak 932 orang. Di antara mereka, terdapat 10 individu yang teridentifikasi positif HIV dan 8 orang menderita TBC, di mana 3 dari mereka masih menjalani isolasi pada fase awal penyakit.
Sebagai langkah awal, pemeriksaan kesehatan telah dilakukan pada semua warga binaan yang baru masuk, sehingga status kesehatan mereka dapat diketahui. Warga binaan positif HIV akan ditempatkan di sel umum, sementara penderita TBC akan dirawat di ruang klinik hingga mencapai kondisi kesehatan yang lebih baik.
Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat selama periode hingga Agustus 2024, terdapat 527 kasus paparan HIV, dengan 61 di antaranya telah berkembang menjadi AIDS dan 56 orang dilaporkan meninggal dunia. Jika melihat perbandingan dengan data tahun sebelumnya, pada tahun 2023 tercatat 635 kasus, sementara pada tahun 2022 sebanyak 752 kasus.
Dengan adanya upaya penyuluhan dan program pencegahan ini, diharapkan dapat mengurangi angka penularan dan memberikan pengetahuan yang cukup kepada para warga binaan mengenai kesehatan mereka.
ANTARA
Lapas Batam Gelar Penyuluhan Cegah Penularan HIV dan TBC
Bagikan:

BATAM –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







