JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta** Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Pramono Anung, menegaskan bahwa kampanye yang akan dilakukan olehnya bersama pasangan, Rano Karno, akan sepenuhnya bebas dari politik yang berbasis agama dan identitas. Dalam sambutannya setelah pengundian nomor urut di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Pramono mengajak semua pihak untuk berkompetisi dengan semangat yang positif. Pramono menegaskan, "Mari kita berkompetisi dengan cara yang menyenangkan. Yang terpenting adalah kami berkomitmen untuk tidak membawa politik agama dan identitas dalam Pilkada ini." Pernyataan tersebut disampaikannya pada acara yang berlangsung di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Usai pengundian, Pramono menyampaikan bahwa nomor urut tiga memberikan semangat baru, mengingat Rano Karno sebelumnya telahoptimis mendapatkan nomor tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa pengalamannya di Jakarta bukanlah sesuatu yang asing. Oleh karena itu, ia berencana untuk melanjutkan program-program yang telah dicanangkan oleh pendahulu-pendahulunya. "Jakarta bukanlah sebuah cerita baru, sehingga yang kita lakukan bukanlah mengganti buku, tapi membuka bab baru yang harus kita isi bersama," kata Pramono. Dia juga menyatakan bahwa ia telah melakukan serangkaian kunjungan kepada para mantan pejabat sebelumnya untuk menggali lebih dalam terkait permasalahan yang dihadapi oleh DKI Jakarta. Ini menjadi kesempatan bagi Pramono untuk memperoleh masukan valuable yang dapat dipergunakan demi perbaikan Jakarta ke depan. "Kami," lanjutnya, "telah berdiskusi dengan berbagai mantan gubernur, seperti Foke, Yos, pak Ahok, dan Anies, serta para tokoh penting lainnya termasuk Jusuf Kalla, Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati, dan banyak lainnya." Pramono juga mengakui telah belajar mengenai berbagai masalah yang dihadapi Jakarta melalui interaksi langsung di lapangan. Ia berkeliling bertemu dengan masyarakat termasuk para pengemudi *online* (ojol), warga yang terpinggirkan, serta para penduduk di lingkungan dengan status ekonomi rendah. "Kami ingin membuat Jakarta menyala," imbuh Pramono. Ia menekankan bahwa pencarian pekerjaan tidak perlu menjadi rumit. "Dengan bekerja sama, insya Allah kami dapat membuat Jakarta lebih mudah, nyaman, dan menyenangkan," ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa penting menjadi substansial dalam kampanye ini, serta menggugah gagasan untuk perbaikan Jakarta yang lebih baik. Di penghujung ulasannya, Pramono berharap agar pemilihan umum Gubernur Jakarta tahun 2024 dapat berlangsung dengan baik. Ia menginginkan agar Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta bertindak adil dalam menjalankan tugasnya, sehingga para pemilih dapat menggunakan hak suaranya sesuai dengan visi dan misi perbaikan Jakarta yang mereka inginkan. Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah menetapkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono dengan nomor urut 1, Dharma Pongrekun-Kun Wardana dengan nomor urut 2, dan Pramono Anung-Rano Karno sebagai nomor urut 3 dalam Pilkada DKI Jakarta. Penetapan ini dilakukan berdasarkan hasil pengundian yang berlangsung di kantor KPU DKI Jakarta dan nomor urut tersebut akan digunakan selama kampanye hingga hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 27 November 2024. ANTARA