JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Menteri Keuangan I Suahasil Nazara menginformasikan bahwa hingga Agustus 2024, Belanja Negara telah mencapai Rp1.030,6 triliun, yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui program Bantuan Sosial dan Subsidi. Menurut Suahasil, dari total realisasi belanja pemerintah pusat yang sebesar Rp1.368,5 triliun, sekitar Rp1.030,6 triliun di antaranya telah digunakan untuk memberikan berbagai manfaat kepada masyarakat. Belanja tersebut mencakup berbagai program perlindungan sosial, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang dialokasikan sebesar Rp17,7 triliun untuk mendukung 10 juta keluarga penerima manfaat. Selain itu, Program Kartu Sembako juga mendapatkan anggaran sebesar Rp28 triliun yang ditujukan untuk 18,7 juta keluarga. Di bidang pendidikan, pemerintah telah menyalurkan Belanja Negara sebesar Rp9,8 triliun untuk Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang bermanfaat bagi 12,3 juta siswa, serta Rp7,1 triliun untuk Program KIP Kuliah yang diperuntukkan bagi 875 ribu mahasiswa. Tambahan pula, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Kementerian Agama mencapai Rp7,6 triliun yang mendukung 6,5 juta siswa, dan Rp4,6 triliun untuk Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) bagi 197 PTN. Suahasil menambahkan bahwa anggaran yang dialokasikan juga mendukung pembangunan infrastruktur, dengan total pengeluaran yang mencapai Rp114,4 triliun. Anggaran ini digunakan antara lain untuk membangun jalan, jembatan, rel kereta api, bandara, pelabuhan, bendungan, irigasi, serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), termasuk pembangunan rumah susun dan gedung-gedung. Dalam sektor kesehatan, Belanja Negara untuk periode yang sama telah digunakan sebanyak Rp30,9 triliun untuk memberikan dukungan kepada 96,6 juta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah juga berkomitmen menjaga keterjangkauan energi. Hal ini tercermin dari realisasi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencapai Rp12,6 triliun, mencakup 10,3 juta kiloliter BBM, serta subsidi LPG tabung 3 kilogram yang menghabiskan anggaran Rp48,2 triliun untuk 4,7 juta metrik ton LPG. Di sektor pertanian, dukungan anggaran juga dialokasikan sebesar Rp1,4 triliun untuk 81.341 unit alat dan mesin pertanian prapanen, termasuk traktor, pompa air, *hand sprayer*, serta *rice transplanter*. Selain itu, pemerintah menyalurkan Rp12 triliun untuk subsidi 4,4 juta ton pupuk. Suahasil menambahkan bahwa terdapat subsidi bunga untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai Rp20,9 triliun dan telah mampu menjangkau Rp3,3 juta debitur. Secara keseluruhan, hingga Agustus 2024, realisasi belanja pemerintah pusat telah mencapai Rp1.368,5 triliun, yang setara dengan 55,5 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp2.467,5 triliun. Realisasi belanja ini menunjukkan peningkatan sebesar 16,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau *year-on-year* (yoy). Angka tersebut terdiri dari Belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang mencapai Rp703,3 triliun, atau 64,5 persen dari pagu yang ditetapkan, yang difokuskan untuk program bantuan sosial, infrastruktur, hingga dukungan pelaksanaan pemilu. Belanja non-K/L juga mencapai Rp665,2 triliun, atau 48,3 persen dari pagu, yang difokuskan pada subsidi energi dan pembayaran manfaat pensiun. ANTARA