JAKARTA –
**Borneonews - Surakarta**, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi dalam menyukseskan pelaksanaan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVII yang akan berlangsung di Solo pada tahun 2024. Ajakan ini disampaikan oleh Tito saat memimpin Rapat Koordinasi dengan Panitia Besar Peparnas XVII di Surakarta, Jawa Tengah, pada hari Senin. Tito menekankan bahwa keberhasilan Peparnas XVII di Solo sangatlah penting. Acara ini bukan hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga berfungsi untuk meningkatkan harkat, derajat, dan martabat para atlet difabel. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan. Sebagai langkah konkret untuk memastikan kelancaran persiapan, Kementerian Dalam Negeri telah membentuk tim yang ditugaskan untuk memeriksa kesiapan *venue* di lapangan. Tito mengatakan bahwa sebagian besar *venue* telah siap, meskipun masih ada beberapa hal kecil yang perlu ditangani oleh pemerintah daerah masing-masing, baik yang terletak di Sukoharjo, Boyolali, maupun Karanganyar. Ia juga menambahkan bahwa penjabat Gubernur Jawa Tengah, Pak Nana, telah membentuk tim untuk membantu menyelesaikan masalah terkait *venue*. Direktur terkait di kementerian dan lembaga lain, seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), juga berkomitmen untuk memberikan bantuan jika terdapat *venue* yang dinilai kurang siap. Selain itu, teknis pertandingan, akomodasi, dan anggaran masih dalam tahap pematangan, dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyinkronkan semua kebutuhan anggaran yang diperlukan demi kelancaran acara. Meskipun anggaran yang tersedia terbatas, Tito optimis bahwa persiapan ini akan membuahkan hasil yang optimal. Dia mengungkapkan bahwa anggaran yang sangat mendesak akan dicari solusinya, dengan fokus untuk memastikan acara dapat berjalan dengan baik. Tito juga meminta pihak provinsi dan pemerintah daerah untuk membentuk tim yang akan mendukung panitia pelaksana, serta menginstruksikan Pj. Wali Kota Surakarta untuk segera memeriksa kesiapan kota dalam menyambut acara tersebut. Dalam hal keamanan, Tito meminta agar TNI dan Polri menyiapkan rencana pengamanan yang komprehensif dan melakukan koordinasi terkait anggaran dengan panitia pelaksana. Ia juga menyarankan tanamkan pentingnya membangun kegiatan-kegiatan tambahan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat. Kegiatan ini dapat berupa acara seni atau kegiatan lainnya yang mendukung kebutuhan atlet, tim, serta suporter yang datang dari berbagai daerah. "Apalagi penonton yang akan hadir dari berbagai wilayah sekitar Solo Raya dan daerah lain," tambah Tito. Ia mendorong agar kegiatan ini dipublikasikan dengan luas. Bersama panitia pelaksana, Kemenpora, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika, perlu ada upaya maksimal dalam menyampaikan informasi ke media massa. Kementerian Dalam Negeri juga berharap agar wartawan dan awak media berkontribusi dalam memublikasikan penyelenggaraan ajang ini, didukung sepenuhnya oleh pemerintah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. "Mari kita semua berdoa, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memudahkan segala urusan kita dan acara nasional ini dapat berlangsung lancar serta menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia," tutup Tito. ANTARA