JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2024 akan tetap berada di atas 5 persen, dengan estimasi yang tepat yaitu 5,06 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya (*year-on-year*). Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan untuk merilis APBN KiTa Edisi September 2024, Sri Mulyani menjelaskan bahwa ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal ini akan tetap stabil di atas angka tersebut. "Kami memperkirakan untuk kuartal III masih akan relatif stabil di atas 5 persen, dan mungkin masih akan *on track* di sekitar angka tersebut," ungkapnya. Salah satu faktor yang mendorong optimisme tersebut adalah perkiraan mengenai kesehatan perekonomian global yang tampaknya masih terjaga. Penurunan suku bunga *Fed Fund Rate* (FFR) oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed, diyakini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Dari sisi domestik, Kementerian Keuangan optimis bahwa kinerja konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan investasi akan tetap kuat. Namun, Sri Mulyani juga mengingatkan adanya tantangan yang berasal dari tensi geopolitik serta situasi politik di AS yang bisa memengaruhi kebijakan ekonomi. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, turut mengekspresikan keyakinan serupa mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menunjukkan tanda-tanda positif. Dalam konferensi pers setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG), dia menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada jalur yang baik dan harus didorong agar semakin meningkat. Perry menjelaskan bahwa berbagai indikator terbaru, termasuk survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia, menunjukkan prospek yang baik untuk kegiatan ekonomi di triwulan III-2024. Hal ini terlihat dari tingginya tingkat kepercayaan konsumen, hasil penjualan eceran yang positif, serta meningkatnya impor barang modal dan penjualan semen. Investasi juga menunjukkan tren pertumbuhan, yang khususnya terkait dengan progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan penyelesaian berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Selain itu, konsumsi rumah tangga tetap terjaga, terutama di kalangan kelas menengah ke atas. Ekspor nonmigas juga menunjukkan kinerja yang baik, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Sri Mulyani menambahkan bahwa diharapkan peningkatan belanja pemerintah menjelang akhir tahun akan turut mendukung permintaan domestik. Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 akan berada dalam rentang 4,7-5,5 persen, dengan proyeksi tengah sebesar 5,1 persen. "Kedepannya, berbagai langkah harus terus dilakukan agar pertumbuhan bisa terdorong, baik dari sisi permintaan maupun penawaran," kata Perry, menggarisbawahi pentingnya upaya berkelanjutan dalam memacu perekonomian. ANTARA