DENPASAR –
**Borneonews - Singaraja, Bali**, Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali, baru saja menerima penghargaan sebagai Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) pada tahun 2024 untuk wilayah Jawa dan Bali. Penghargaan ini menandai keberhasilan Buleleng meraih prestasi yang sama untuk ketiga kali, sebagai *hattrick*, setelah sebelumnya mendapatkan penghargaan di tahun 2022 dan 2023. Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, dalam sebuah pernyataan di Singaraja. Ketut Lihadnyana menekankan bahwa pencapaian ini mencerminkan dedikasi Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam memperluas digitalisasi di berbagai sektor. Salah satu area yang menjadi fokus utama adalah digitalisasi dalam perekonomian. Menurutnya, adopsi *digitalisasi* sangat krusial, terutama dalam konteks keuangan daerah. Dengan mengimplementasikan sistem digital, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah dapat lebih terjaga. Lebih lanjut, Lihadnyana menjelaskan bahwa penghargaan ini menilai komitmen dari kepala daerah serta jajarannya dalam menerapkan digitalisasi, khususnya dalam transaksi keuangan. Keberhasilan ini bukan hanya sekadar prestasi, melainkan juga merupakan simbol konsistensi dalam upaya percepatan dan perluasan digitalisasi di Buleleng. Pemkab Buleleng telah mengambil langkah nyata untuk memperluas akses *digitalisasi*, termasuk dalam hal pembayaran pajak dan pengelolaan pendapatan non-pajak. Selain itu, pemda juga telah melakukan *elektronifikasi* keuangan dengan menggandeng instansi terkait, seperti Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD), guna memastikan sistem yang terintegrasi dan efisien. Lihadnyana juga mengungkapkan bahwa BPKPD telah berhasil mengimplementasikan sistem berbasis elektronik dalam menjalankan fungsi-fungsinya yang berkaitan dengan anggaran dan transaksi keuangan. Hal ini didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten serta infrastruktur digital yang memadai. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam acara penyerahan penghargaan di Jakarta, menyebutkan adanya peningkatan dalam kinerja TP2DD. Peningkatan ini terlihat dari kenaikan jumlah pemerintah daerah yang berpartisipasi dalam evaluasi kinerja, yang pada tahun 2023 mencapai 489 pemda atau 90,2 persen, dan meningkat menjadi 512 pemda atau 93,7 persen pada tahun 2024. Skor rata-rata kinerja juga mengalami peningkatan, dari 43,37 pada tahun 2023 menjadi 51,40 pada tahun 2024, menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kinerja TP2DD di seluruh daerah. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Abdullah Azwar Anas, yang juga merupakan anggota Satuan Tugas TP2DD. Pada kesempatan tersebut, beliau didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang juga Ketua Satgas TP2DD, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Penyerahan penghargaan berlangsung dalam Rapat Koordinasi Nasional TP2DD di Hotel Kempinski, Jakarta. ANTARA