**Borneonews - Solo**, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo pada hari Senin meninjau persiapan untuk perhelatan Pekan Paralimpik Nasional 2024 (Peparnas) yang akan dilaksanakan di Solo, Provinsi Jawa Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Dito menyampaikan bahwa koordinasi dilakukan berdasarkan inisiatif Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama dengan Panitia Bersama Peparnas, Ketua Komite Paralimpik Nasional Indonesia, Senny Marbun, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ia menegaskan bahwa Solo telah siap untuk menjadi tuan rumah Peparnas ke-27 setelah berhasil menyelenggarakan ASEAN Para Games (APG) yang ke-11 pada tahun 2022. Dito menuturkan bahwa Solo memiliki pengalaman yang baik dalam menggelar acara tersebut sehingga fasilitas yang ada masih dalam kondisi prima dan terawat dengan baik.
Dito juga menambahkan bahwa saat ini, panitia hanya perlu menyelesaikan beberapa urusan teknis untuk memastikan persiapan mencapai tingkat kesiapan yang sempurna.
Mengenai anggaran, ia menginformasikan bahwa Kementerian Keuangan telah mengalokasikan dana sebesar Rp215 miliar untuk acara multi-olahraga ini. Ia menjelaskan bahwa sesuai dengan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kementerian Pemuda dan Olahraga, telah disiapkan dana senilai Rp75 miliar sejak tahun lalu. Dengan demikian, total anggaran yang telah disiapkan untuk kegiatan ini mencapai Rp290 miliar.
Sebelumnya, Komite Paralimpik Nasional Indonesia memilih Jawa Tengah sebagai tuan rumah acara nasional ini setelah Provinsi Sumatera Utara yang merupakan tuan rumah awal, mengundurkan diri dalam pertemuan terbatas yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 13 Juni lalu.
Ariotedjo menambahkan bahwa sesuai rencana, Peparnas tahun ini akan dilaksanakan di 14 lokasi di Solo serta tiga lokasi di Boyolali, Sukoharjo, dan Karanganyar pada tanggal 6 hingga 17 Oktober.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
SMAN 1 Hanau Terima Tambahan Tiga TV Interaktif
Mobil Oksigen Gratis Palangka Raya Layani 289 Pemanfaatan hingga 24 Oktober
Faktor Kelembapan Tinggi Picu Hujan di Palangka Raya Senin Dini Hari
Hotspot Kalteng Turun Selama 4 Hari Terakhir, Tapi Karhutla Harian Bertahan di Kisaran 58 Kejadian
PSI Barito Timur Turun ke Jalan, Bantu Warga Hadapi Kabut Asap Karhutla
Pemko Tidak Kewalahan Tangani Karhutla, Fokus Hadapi Kondisi di Lapangan
Komentar (0)
Memuat komentar…







