BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kabut asap akibat kebarahan hutan dan lahan (karhutla) tahun ini mulai menyebar di dalam kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar, Minggu (7/8/2016).


Saat digelar Car Free Day, asap pekat menutupi seluruh area car free day yang digelar di jalan Sutan Sahrir Pangkalan Bun. Salah satu pengunjung mengatakan, asap begitu pelat mulai pagi hari. Jarak pandang pun terbatas hanya 5-10 meter.


"Kabut asapnya ada lagi, ini kebakaran lahan dimana," kata dia sambil menutup hidungnya.


Ia mengaku asap tersebut menyebabkan perih di mata, ia pun tak berani lama-lama berada di kawasan Car Free Day tersebut. "Saya gak bawa masker, mau pulang ini,"


Diketahui, kebakaran lahan terjadi pada Sabtu, (6/8/2016) di kampung Bungur, Kelurahan Baru Kecamatan Arsel Lahan milik Edy Yansyah (43 tahun) warga jalan Sukma Ariyaningrat Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan seluas 48 hektare. Lahan tersebut hampir 80 persennya ludes terbakar dan menyebabkan kabut asap yang menyebar di kota Pangkalan Bun.


"Kami bawa ke kantor dan dilakukan BAP," kata Ketua Tim Penanganan Karhutla Kabupaten Kotawaringin Barat, Dandim 1014 Pangkalan Bun, Letkol Inf Wisnu Kurniawan.


Hasil pemeriksaan kepada pemilik lahan menyebut, sumber api belum diketahui dari mana. Kamis (4/8/2016) lahan puluhan hektare teraebut mulai terbakar, api dengan cepat membakar lahan gambut yang kering. Tim karhutla Kobar baru turun ke lokasi pada Minggu pagi.


"Sudah tiga lahan tersebut terbakar, hasil pemeriksaan terhadap pemilik lahan titik api muncul tanpa diketahui," jelas Dandim.


Sementara itu, Edy yang juga pemilik toko Jaka Disc mengatakan,  terbakarnya lahan tersebut tanpa sepengetahuannya. Ia mendapatkan laporan melalui handpone dari anak buahnya yang berada di lokasi lahan yang terbakar.


"Jujur saya tidak mengetahuinya sama sekali, saya mengetahuinya setelah dapat laporan dari anak buah saya yang berada di lokasi melalui handphone bahwa lahan saya terbakar pada 06 Agustus 2016, pukul 17.00 Wib,"  jelasnya.


Setelah diketahui terbakar, Edy kemudian memerintahkan lima anak buahnya untuk memadamkan api tersebut agar tidak terus menjalar. Namun usaha anak buahnya teraebut sia-sia sehingga lahan seluas 48 hektare pun ludes terbakar.


"Untuk asal usul sumber api tersebut saya tidak mengetahuinya. Namun dari penglihatan anak buah saya bahwa api tersebut berasal dari dalam Hutan di tepi Sungai Arut, tetapi di sana itu sering orang memancing ikan, saya tidak menuduh. Takutnya mereka sambil mancing sambil merokok dan membakar api, mungkin itu penyebabnya," terang Edy.


Usia dimintai keterangan di Makodim 1014 Pangkalan Bun, Edy kemudian diajak ke lokasi lahan yang terbakar oleh tim karhutla dari Kodim. Sesampainya di lokasi, tim bersama pemilik lahan kemudian berupaya memadamkan lahan gambut yang tengah terbakar dan mengeluarkan asap tebal ke udara.


Hingga berita ini diturunkan, api masih menjalar dan tim penanganan karhutla terus berupaya memadamkan lahan gambut terbakar. (CECEP HERDI/m)