JAKARTA –
**Borneonews - Republik Ceko**, lebih dari 21.000 orang telah dievakuasi akibat banjir yang melanda negara ini. Menteri Dalam Negeri Ceko, Vit Rakusan, menginformasikan hal tersebut dalam konferensi pers yang berlangsung pada hari Senin. Rakusan menjelaskan bahwa total 21.488 individu telah dipindahkan dari lokasi terdampak bencana. Selain itu, ia menyebutkan bahwa masih terdapat delapan orang yang dinyatakan hilang. Proses rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat banjir tengah berlangsung, dan angkatan bersenjata Ceko juga aktif terlibat dalam upaya penanggulangan bencana tersebut. Banjir yang melanda Republik Ceko dipicu oleh hujan deras yang terjadi antara tanggal 13 hingga 18 September. Hujan ini menyebabkan kenaikan signifikan pada permukaan sungai, sehingga mengakibatkan banjir terutama di bagian timur laut negara tersebut. Akibat banjir ini, ribuan rumah tangga kehilangan pasokan listrik selama beberapa hari dan berbagai infrastruktur, termasuk jalan raya dan jalur kereta api, mengalami kerusakan parah. Selain Republik Ceko, beberapa negara tetangga seperti Austria, Polandia, Hongaria, Rumania, dan Slovakia juga merasakan dampak dari bencana banjir yang sama. Di awal bulan ini, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengumumkan bahwa Brussels akan memberikan bantuan finansial hingga 10 miliar euro (setara dengan 11,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp170,3 triliun) melalui Dana Kohesi untuk membantu negara-negara Uni Eropa yang terpengaruh oleh banjir yang terjadi di Eropa Tengah. ANTARA