BORNEONEWS, Sampit - Meski tidak ditemukannya vaksin palsu yang beredar di Kabupaten Kotawaringin Timur, namun ibu yang memiliki bayi dan balita enggan membawa anaknya ke posyandu terdekat untuk melakukan imunasi.

Ketakutan para kaum ibu membawa balitanya imunasi, lantaran melihat berita diberbagai media banyak vaksin palsu yang beredar. Hal itulah menyebabkan keengganan mereka untuk membawa sibuah hatinya ke posyandu.

"Kami taku membawa anak imunisasi, soalnya kami nonton di media banyak vaksin palsu beredar," ungkap Hana,29, salah seorang warga Kecamatan Baamang Sampit, Minggu (7/8/2016).

Maimunah, biasanya rutin membawa anaknya ke posyandu untuk dilakukan imunisasi, imunisasi, ada himbauan atau pun pemberitahuan dari petugas kesehatan di puskesmas.

"Nanti malah anak saya yang menjadi korban. Lebih baik jangan divaksin. Banyak juga warga yang tidak memberi imunisasi pada anaknya mereka sehat-sehat saja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kotim, Faisal Novendra Cahyanto mengatakan,  memastikan di daerah itu tidak ada vaksin palsu, bahkan sampai saat ini pihaknya tidak menemukan kasus vaksin palsu yang beredar di Kotim

"Saya harap masyrakat tidak usah ragu atau takut anaknya untuk di imunisasi, karena yang pertama vaksin palsu itu tidak ada, yang kedua anak itu butuh di imunisasi untuk ketahanan tubuhnya dan dengan adanya berita sebelumnya saya  harap tidak akan mempengaruhi keputusan ibu-ibu untuk mengimunisasi anaknya," terang Faisal‎

Faisal menjelaskan, obat dan vaksin di puskesmas dan posyandu yang beredar di Kotim semuanya resmi yang dipasok melalui dinas provinsi sehingga dipastikan aman digunakan. Untuk itu dia meminta warga tidak perlu khawatir datang ke posyandu, karena vaksinnya dari Dinas Kesehatan Pemkab Kotim langsung.

Faisal memastikan, tidak beredarnya vaksin palsu di daerah itu, setelah tim dari kesehatan dan pihak kepolisian melakukan investigasi ke berbagai pusat pelayanan kesehatan. Dari investigasi itu, tidak ditemukan adanya vaksin palsu yang beredar seperti halnya yang banyak ditemukan di Pulau Jawa.  (RAFIUDIN/m)