**Borneonews - Beijing**, Pemerintah China menegaskan bahwa mereka tidak pernah mengajarkan rakyatnya untuk membenci Jepang, termasuk dalam interaksi di media sosial. Pernyataan ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Beijing.
Ketika ditanya mengenai komentar-komentar yang dianggap bernada *anti-Jepang* di media sosial, Lin Jian menyatakan bahwa pengajaran kebencian tidak menjadi bagian dari kebijakan pemerintah. Komentar bernada kebencian muncul di platform media sosial China, seperti Weibo, setelah terjadi insiden penusukan yang merenggut nyawa seorang anak laki-laki Jepang berusia 10 tahun di Shenzhen pada tanggal 18 September. Beberapa komentar yang muncul di media sosial tersebut antara lain menyerukan agar warga Jepang meninggalkan China dan menekankan kewaspadaan terhadap *mata-mata* di sekolah-sekolah Jepang.
Namun, Lin Jian menambahkan bahwa banyak warga China menunjukkan sikap peduli dengan meletakkan bunga di depan sekolah sebagai bentuk penghormatan kepada anak tersebut. Hal ini mencerminkan penolakan terhadap kekerasan serta harapan untuk menjalin persahabatan antara kedua negara.
Anak laki-laki tersebut, yang memiliki ayah berkewarganegaraan Jepang dan ibu berkewarganegaraan China, sempat mendapatkan perawatan medis namun sayangnya meninggal dunia pada dini hari tanggal 19 September. Lin Jian menegaskan pentingnya belajar dari sejarah, bukan untuk memperpanjang permusuhan, tetapi untuk menghargai perdamaian dan menciptakan masa depan yang lebih baik.
Ia juga menyatakan bahwa Pemerintah China berkomitmen untuk bekerja sama dengan Jepang, mengingat empat dokumen politik yang telah disepakati guna mempromosikan hubungan strategis yang saling menguntungkan serta membangun hubungan yang konstruktif dan stabil.
Seiring dengan kejadian penusukan, Wakil Menteri Luar Negeri Jepang, Tsuge Yoshifumi, berkunjung ke Beijing untuk berdiskusi dengan Wakil Menteri Luar Negeri China, Sun Weidong. Pertemuan pada 23 September tersebut bertujuan untuk membahas hubungan bilateral dan isu-isu yang menjadi perhatian kedua negara.
Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat komunikasi untuk mencegah dampak negatif dari insiden-insiden yang mungkin terjadi terhadap hubungan bilateral. Insiden tersebut saat ini masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang di Shenzhen. Pemerintah China juga menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada keluarga korban dalam proses hukum yang berkaitan dengan insiden tersebut.
Lin Jian menambahkan bahwa meskipun serangan ini adalah insiden yang sangat disayangkan, ungkapan belasungkawa yang diberikan oleh masyarakat China menunjukkan rasa hormat terhadap kehidupan. Ia menjamin bahwa pemerintah akan berupaya keras untuk menjaga keselamatan dan keamanan warga negara asing di China.
Seorang pria berusia 44 tahun dengan marga Zhong telah ditangkap sebagai pelaku penusukan. Pemerintah China sendiri menyebut insiden ini sebagai suatu kejadian yang terpisah, namun belum memberikan keterangan mengenai motif dari tindakan penusukan tersebut.
Perlu dicatat bahwa insiden ini terjadi bertepatan dengan peringatan 93 tahun pemboman Jepang terhadap rel kereta api di dekat Shenyang, yang menjadi awal dari Insiden Manchuria serta invasi Jepang ke wilayah timur laut China pada tahun 1931. Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, mengecam tindakan penusukan ini sebagai kejahatan yang sangat tercela dan mendorong pejabat terkait untuk meminta Beijing berbagi informasi terkait insiden tersebut secepat mungkin.
Ini bukanlah kali pertama peristiwa serupa terjadi; pada 24 Juni 2024, seorang wanita Jepang dan anak laki-lakinya juga menjadi korban penusukan di luar halte bus dekat sekolah Jepang di Suzhou, provinsi Jiangsu. Dalam insiden tersebut, seorang petugas bus sekolah bernama Hu Youping tewas setelah berusaha melindungi korban dari serangan. Selain itu, dua minggu sebelumnya, terjadi penusukan terhadap sejumlah dosen asal Amerika Serikat saat berkunjung ke Jilin.
ANTARA
Pemerintah China Tegaskan Tidak Ajarkan Kebencian Terhadap Jepang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pelaku Penggelapan Pajak Rp1,1 Miliar Diserahkan ke Jaksa
Tinggalkan HP di Saku Motor, Warga Kapuas Kehilangan Ponsel di Kawasan Masjid Agung Al Mukarram
Marc Marquez Raih Pole Position MotoGP Australia 2026
Karhutla Kalteng Capai 6.952 Kejadian dan Lebih dari 20 Ribu Hektare Terbakar
PSMS Bertekad Kembali ke Jalur Kemenangan Saat Menjamu PSIS
Polsek Katingan Hulu Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Pasar Tumbang Sanamang
Komentar (0)
Memuat komentar…







