JAKARTA –
**Borneonews - Mamasa**, Puluhan orang, terutama dari kalangan lanjut usia, terlihat mengantre di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kondosapata yang berada di Desa Balla, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Mereka menunggu giliran untuk menjalani skrining dalam rangka operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial. Sebagian dari mereka memilih untuk duduk di bangku dalam RSUD, sementara yang lain beristirahat di kursi-kursi di tenda yang disediakan di halaman rumah sakit. Para peserta merupakan warga setempat yang ingin memanfaatkan program Bakti Sosial dari Kementerian Sosial berupa operasi katarak gratis. Kementerian Sosial secara konsisten menjalankan berbagai program bakti sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. **Harapan untuk Sembuh** Yuliana, seorang perempuan berusia 60 tahun dari Kecamatan Tanduk Kalua, merupakan salah satu pasien yang berkesempatan menjalani operasi katarak gratis. Ia datang ke RSUD diantar oleh menantunya, Paulus, dengan harapan dapat mengangkat beban yang sudah lama menghantuinya. Yuliana, yang telah menderita katarak selama tiga tahun terakhir, merasa beruntung karena dinyatakan memenuhi syarat setelah menjalani skrining. Ia mengaku mendapatkan informasi tentang program ini melalui Puskesmas Tanduk Kalua. Keluhan penglihatan kabur mengganggu kegiatan sehari-harinya sebagai ibu rumah tangga. Setelah sepekan mendaftar di puskesmas, ia menjalani skrining dan dinyatakan layak untuk operasi di RSUD. Meski merasa sedikit takut, saat dioperasi, Yuliana tidak merasakan sakit yang berarti. Ia berharap bisa segera pulih dan mendapatkan kembali penglihatan yang lebih baik. Pasien lain, Saeppong, usia 70 tahun, dari Kecamatan Sumarorong, juga baru saja menjalani operasi katarak pada mata kirinya. Ia datang bersama putranya, Maryanus, dan memesan penginapan di dekat rumah sakit untuk memudahkan kontrol pascaoperasi. Bantuan biaya penginapan diberikan oleh Camat Sumarorong. Saeppong mengungkapkan bahwa ia telah menderita katarak sejak 2019 dan sangat bahagia bisa mendapatkan kesempatan untuk menjalani operasi secara gratis. Ia tidak merasa takut dan mengungkapkan bahwa ada rasa sakit saat dioperasi, namun hal tersebut masih dalam batas yang dapat ia toleransi. Idris Parakai, seorang pria berusia 63 tahun dari Kecamatan Tabulahan, berjarak sekitar 100 kilometer dari RSUD, juga menjadi peserta operasi katarak. Bersama rombongan, ia menempuh perjalanan selama tiga jam menuju rumah sakit. Meskipun lokasi RSUD terletak di pegunungan dengan kondisi jalur yang menantang serta udara dingin yang menyengat, Idris tidak menyerah untuk mendapatkan penglihatannya kembali. Bersama 46 orang lainnya, mereka berangkat bersama meski tidak semua dari mereka lolos skrining. Setelah tiga tahun menderita katarak, kondisi penglihatannya semakin memburuk. Sebagai seorang sopir, Idris terpaksa berhenti mengemudi karena gangguan pada matanya. Operasi katarak gratis ini merupakan inisiatif dari program Bakti Sosial Kementerian Sosial, yang berlangsung di RSUD Kondosapata dari tanggal 23 hingga 25 September 2024, mencakup tahapan skrining dan prosedur operasi. Targetnya, operasi ini diharapkan dapat menjangkau penerima manfaat dari 17 kecamatan di wilayah Kabupaten Mamasa, dengan sasaran 150 pasien. Menurut Dian Wulandari, Pekerja Sosial Ahli Madya di Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial dan penanggung jawab program ini, tercatat ada sekitar 300 warga yang memerlukan operasi katarak di Kabupaten Mamasa. Namun, hingga saat ini, baru 95 dari mereka yang lolos skrining untuk menjalani operasi. Pasien yang ingin menjalani prosedur operasi harus melalui beberapa tahapan skrining, yang meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, serta pemeriksaan kesehatan mata lainnya. Sayangnya, beberapa pasien tidak dapat dioperasi karena kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan, seperti kadar gula darah dan tekanan darah yang tinggi. **Akses Layanan Kesehatan Mata yang Terbatas** Kabupaten Mamasa dipilih sebagai lokasi untuk melakukan operasi gratis ini karena di daerah tersebut belum terdapat poli mata. Menurut Dian, warga yang mengalami gangguan penglihatan harus menempuh jarak yang cukup jauh ke Polewali, Makassar, atau bahkan ke Mamuju untuk mendapatkan perawatan. Dalam rangka pelaksanaan operasi katarak gratis, Kementerian Sosial melibatkan lima dokter spesialis mata dari Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sulawesi Selatan. Namun, program Bakti Sosial tidak hanya fokus pada operasi katarak, melainkan juga menyertakan delapan kegiatan lainnya. Kegiatan-kegiatan itu antara lain adalah Rumah Sejahtera Terpadu, bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat kurang mampu, serta berbagai bentuk bantuan untuk komunitas yang jauh dari fasilitas kesehatan. Dengan demikian, program ini diharapkan tidak hanya dapat membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan akses kesehatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Mamasa. ANTARA