BORNEONEWS, Kapuas - Masyarakat desa perlu mengembangkan penyediaan air minum berbasis masyarakat (Pamsismas). Sumber air bersih di kawasan perdesaan sangat diperlukan, terutama desa-desa di daerah pesisir. Karena itu, BPMDes Kapuas mengharapkan masyarakat desa mengembangkan Pamsismas.

"Tetapi dari dana desa, dengan pengelolaan melalui BUMDes, itu bisa dilakukan, nanti tagihan bulan air bersih dikelola serta pemasangan pipa dan lain-lainnya," kata Budi Kurniawan, Kabid Pemanfaatan SDA dan Teknologi Tepat Guna (TTG) BPMD Kapuas, Minggu (7/8/2016).

Menurut Budi Kurniawan, ketersediaan air bersih di desa-desa tentu sangat penting. Apalagi pada musim-musim tertentu bisa terjadi krisis air, karena air yang tidak layak dikonsumsi lantaran terlalu asam atau asin seperti di kawasan pesisir.

"Kalau pemanfaatan air baku yang bersumber pada DAS Kapuas sewaktu-waktu bisa mengalami masalah, terutama pada musim kemarau kualitas air akan berubah rasanya menjadi asin," ungkapnya.

Karena itu, menurut Budi, pengelolaan berkelanjutan Pamsismas ini perlu dilakukan oleh pemerintah desa. Hal tersebut untuk menciptakan sumber air bersih dan pengelolan penyaluran ke rumah-rumah warga di setiap desa, karena kebutuhan air bersih itu, maka telah dibantu sumur bor oleh pemerintah.

"Pamsismas harus di bentuk oleh Pemerintahan Desa untuk mengantipasi krisis air bersih,walau pun ada bantuan dari Pemkab Kapuas untuk pembuatan sumur bor yang nantinya disalurkan ke rumah-rumah warga sehingga menjadi perusahaan milik desa,tetapi warga harus mendukung dengan pembayaran uran untuk biyaya operasionalnya." imbuh mantan Sekertaris Kecamatan Selat ini.

Modal BUMDes itu disebutkannya, bisa dari dana desa, sebagai penyertaan modal dari desa. Sehingga desa bisa menghasilkan sumber penghasilan, yang tentunya bisa digunakan untuk membangun dan memajukan wilayah perdesaan.

"Penyediaan air minum berbasis masyarakat ini sudah ada di 22 desa. Masalahnya belum maksimal pemanfaatan dan operasional pemeliharaan, seperti di Desa Budi Mupakat Kecamatan Bataguh sudah bagus Pamsismas mengaliri 70 rumah," katanya.

Dia berharap, Pamsismas seperti itu terus dikembangkan, sehingga terciptanya kemandirian pemerintah desa. "Kita berharap masyarakat desa mandiri bisa mengembangkan, jangan tergantung dengan pemerintah kabupaten, karena sifatnya juga bisa terbatas," katanya. (DJEMMY NAPOLEON/N).