SEMARANG –
**Borneonews - Batang**, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang, yang terletak di Jawa Tengah, telah menyatakan kesiapannya untuk mengawal rekomendasi tertulis terkait pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Batang, Su'udi, dalam acara yang berlangsung pada hari Selasa. Su'udi menekankan pentingnya kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan DPRD demi memastikan pengembangan KEK dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan harapan yang diinginkan. Ia mengungkapkan bahwa adanya KEK akan memberikan dampak signifikan terhadap daya saing daerah, serta akan menjadikannya lebih menarik bagi para investor. Hal ini, pada gilirannya, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja serta menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Lebih lanjut, Su'udi menyatakan bahwa Kawasan Industri Terpadu Batang kini telah menarik perhatian dari berbagai proyek industri besar yang melibatkan investasi asing, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Ia menilai bahwa pembentukan KEK di kawasan tersebut akan semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional. Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Kawasan Industri Terpadu Batang telah menarik minat dari 18 industri PMA dan PMDN, yang berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Korea Selatan, Belanda, China, Taiwan, Singapura, dan India. Dengan total investasi yang telah mencapai Rp14,8 triliun, Su'udi berharap proyek ini akan mampu menciptakan lebih dari 18.900 lapangan kerja bagi masyarakat. Sementara itu, Penjabat Bupati Batang, Lani Dwi Rejeki, menyambut baik keputusan DPRD mengenai pengawasan rekomendasi KEK tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk mendukung segala proses yang diperlukan dalam legalisasi Kawasan Ekonomi Khusus di KITB. Lani Dwi Rejeki menambahkan bahwa kehadiran KEK di KITB ini diharapkan akan memberikan manfaat yang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Batang. Ia melihat langkah ini sebagai bagian dari visi besar untuk menjadikan Kabupaten Batang sebagai pusat industri yang terkemuka di Jawa Tengah maupun di Indonesia secara keseluruhan. ANTARA