JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menjalin kerja sama dengan Puskesmas Jerowaru, Direktorat Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DPPM UI), serta Departemen Keperawatan Anak FIK UI dan BSI Maslahat. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mengenai resep Makanan Pendamping ASI (MPASI) khas Lombok yang dikenal dengan *Rempah Lombok*. Dalam kegiatan ini, Dr. Fajar Tri Waluyanti M.Kep., Sp.Kep.An sebagai fasilitator dan ketua tim pengabdian masyarakat menyatakan bahwa program *Action Oriented Group* (AOG) *Rempah Lombok* ditujukan bagi para kader. Program ini dirancang sebagai langkah pemberdayaan supaya para kader dapat mendampingi ibu-ibu dalam memberikan MPASI yang sesuai. Para kader dilatih untuk melakukan diskusi secara mandiri dengan para ibu di komunitas, didampingi oleh tim fasilitator. *Rempah Lombok* merupakan resep MPASI yang memanfaatkan bahan makanan yang umumnya tersedia dalam menu harian masyarakat Lombok. Melalui pendekatan ini, diharapkan para ibu akan lebih mudah memilih sumber bahan makanan serta mendapatkan panduan mengenai cara memasak yang sesuai dengan kebiasaan sehari-hari mereka. Program MPASI yang berbasis *Rempah Lombok* disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi berdasarkan jumlah, jenis, dan tekstur MPASI, yang disesuaikan dengan usia anak. Tujuannya adalah agar para ibu mampu menyiapkan MPASI yang kaya nutrisi, sehingga dapat mencegah terjadinya stunting dan memastikan pertumbuhan anak berlangsung baik dan optimal. Dalam pelatihan ini, para kader posyandu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan materi terkait *Rempah Lombok* langsung kepada ibu-ibu binaan mereka. Kegiatan tersebut dibagi dalam empat kelompok kecil, yang masing-masing terdiri dari satu hingga dua kader kesehatan beserta sejumlah ibu dengan anak di bawah dua tahun (baduta). Materi disampaikan melalui media buku dan lembar balik tentang *Rempah Lombok* yang telah dipersiapkan oleh tim FIK UI. Kegiatan edukasi ini juga melibatkan praktik pembuatan MPASI dengan melibatkan kader kesehatan dan ibu baduta, menggunakan bahan-bahan yang sesuai dengan resep yang telah tertuang dalam buku *Rempah Lombok*. Munawir Subhan, S.K.M, Kepala Puskesmas Jerowaru, menyatakan bahwa kedatangan tim FIK UI beserta materi dan buku sangat sesuai dengan program kerja puskesmas yang saat ini sedang mempersiapkan penyediaan makanan tambahan harian bagi baduta dengan masalah gizi. Dengan adanya buku *Rempah Lombok*, puskesmas dapat menjadikan ini sebagai acuan atas makanan yang akan diberikan kepada anak-anak yang menjadi sasaran intervensi gizi. Tim dari FIK UI, berserta ahli gizi puskesmas, juga menyampaikan pentingnya untuk terus mempraktikkan penyajian MPASI sehat sebagai bagian dari usaha pencegahan masalah gizi pada anak. ANTARA