MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah melakukan penyesuaian terhadap daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Penyesuaian ini mencakup pengurangan sebanyak 302 pemilih dari daftar pemilih sementara (DPS) yang sebelumnya tercatat sebanyak 320.906 orang. Ketua KPU Kota Mataram, Edy Putrawan, menyampaikan bahwa hasil verifikasi yang dilakukan menunjukkan bahwa jumlah pemilih dalam DPT yang telah ditetapkan kini berjumlah 320.604 pemilih. "Setelah kami lakukan koreksi dan verifikasi, terdapat pengurangan jumlah pemilih yang dialokasikan untuk Pilkada 2024, terutama dalam memilih Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram," ungkapnya. Pengurangan ini terjadi karena adanya sejumlah faktor, di antaranya adalah pemilih yang telah meninggal dunia, mereka yang telah pindah domisili, serta perubahan status menjadi anggota TNI/Polri, yang menurut ketentuan hukum harus dihapus dari DPT. Edy menegaskan, "Dengan demikian, dari DPS yang berjumlah 320.906, kami melaksanakan koreksi terhadap 302 pemilih, yang kemudian menghasilkan DPT sebanyak 320.604 pemilih pada tanggal 20 September 2024." Edy juga menjelaskan bahwa langkah koreksi ini adalah bagian dari upaya KPU untuk memastikan akurasi dan validitas data pemilih. Tujuannya adalah agar hak suara hanya dimiliki oleh warga yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Ia menambahkan, "Koreksi ini juga mencakup pemilih yang telah berpindah tempat merujuk pada situasi kriteria pemilih yang memenuhi syarat, termasuk mereka yang menjadi anggota TNI/Polri." Meskipun telah terjadi perubahan dari DPS ke DPT, Edy menyatakan bahwa jumlah tempat pemungutan suara (TPS) tidak mengalami perubahan. Jumlah TPS untuk pelaksanaan pilkada masih sama, yaitu sebanyak 580 TPS reguler dan 1 TPS khusus yang berada di Lapas Perempuan. "Jadi, total TPS di Kota Mataram adalah 581 titik yang tersebar di 50 kelurahan," jelasnya. Dengan adanya penetapan DPT dan TPS ini, KPU Kota Mataram akan berfokus pada tahapan berikutnya dalam persiapan Pilkada 2024, yaitu pendistribusian logistik dan sosialisasi kepada pemilih. Ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan nanti. Edy berharap agar seluruh rangkaian tahapan dalam pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar dan aman, diiringi dengan pengawasan yang ketat untuk menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam proses pemilihan. ANTARA