SEMARANG –
**Borneonews - Kudus**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, yang terletak di Jawa Tengah, telah mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan delapan tandon air yang masing-masing memiliki kapasitas 5.000 liter. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk membantu masyarakat di desa-desa yang mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda. Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus, Mundir, mengungkapkan bahwa dengan adanya tandon air ini, diharapkan warga setempat tidak lagi perlu menunggu kedatangan distribusi air bersih oleh petugas dari BPBD. Mereka kini dapat mengambil air dari tandon yang telah disiapkan, sehingga memudahkan akses terhadap kebutuhan air bersih. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat dapat melanjutkan aktivitas mereka sehari-hari tanpa merasa khawatir akan kekurangan air. Hal tersebut juga menghilangkan kebutuhan untuk antre dalam mendapatkan pasokan air bersih dari truk tangki, yang sering kali menjadi masalah di tengah kesulitan seperti ini. Meskipun tandon air sudah disediakan, Mundir tetap mengingatkan agar warga menghemat penggunaan air. Ini penting dilakukan mengingat diperkirakan bahwa musim kemarau akan berlanjut hingga pertengahan bulan Oktober tahun 2024. Pemasangan tandon air ini berdasarkan kebutuhan yang telah diidentifikasi. BPBD Kudus juga memiliki kemungkinan untuk menambah jumlah tandon yang tersedia, disebabkan adanya bantuan sebelumnya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak 20 unit. Saat ini, tandon air telah ditempatkan di empat desa yang membutuhkan, dengan jumlah total delapan tandon. Dari empat desa tersebut, Desa Kedungdowo mendapatkan dua tandon, Desa Kalirejo dua tandon, Desa Glagahwaru satu tandon, dan Desa Setrokalangan tiga tandon. Dari data yang didapat, terdapat 602 keluarga atau 1.566 jiwa yang terpengaruh oleh kekeringan di empat desa tersebut, yakni Desa Kalirejo dan Glagahwaru yang berada di Kecamatan Undaan, serta Desa Kedungdowo dan Setrokalangan. Hingga hari ini, jumlah air bersih yang telah disuplai mencapai 165.000 liter, sebagai bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. ANTARA