JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Polda Metro Jaya telah mempersiapkan sebanyak 4.294 personel gabungan untuk mengamankan unjuk rasa yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional (HTN) tahun 2024. Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada hari Selasa. Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi, selaku Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengungkapkan bahwa personel pengamanan yang terlibat terdiri dari 2.830 personel di bawah Satgasda, 330 personel dari Satgasres, serta 1.134 personel gabungan dari TNI, Mabes, dan Pemerintah Daerah. Ada tiga lokasi utama yang menjadi fokus pengamanan selama aksi unjuk rasa ini, yaitu Gedung DPR/MPR RI, kawasan Monas, serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Dalam keterangan resminya, Ade Ary menyatakan bahwa untuk area Gedung DPR/MPR RI akan disiagakan 3.517 personel, sedangkan Monas akan mendapatkan pengamanan dari 497 personel, dan 280 personel lainnya dialokasikan untuk Kementerian ATR/BPN. Terkait pengaturan lalu lintas di sekitar area yang menjadi sasaran unjuk rasa, Ade Ary menjelaskan bahwa langkah-langkah tersebut akan bersifat situasional, tergantung pada perkembangan jumlah massa di lapangan. "Jika jumlah massa dan situasi di lapangan mengindikasikan peningkatan, maka penutupan jalan akan dilakukan. Namun, jika massa tidak cukup banyak, arus lalu lintas akan berjalan normal," tuturnya. Ade Ary juga mengingatkan para peserta unjuk rasa agar tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku. Ia mengimbau agar aspirasi disampaikan dengan cara yang damai dan sejuk, tanpa ada ujaran kebencian atau tindakan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia meminta koordinator lapangan dan orator untuk menyampaikan orasi dengan cara yang santun dan tidak memprovokasi peserta lainnya. Dalam pesannya, Ade Ary menyerukan agar pelaksanaan aksi unjuk rasa dilakukan dengan damai, tanpa paksaan, tidak anarkis, dan menjaga fasilitas umum. Masyarakat diimbau untuk menghormati pengguna jalan lain yang melintas. Lebih lanjut, Ade Ary menegaskan kepada masyarakat untuk mencari rute alternatif guna menghindari kemacetan di daerah tersebut. Ia berharap semua pihak berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar kegiatan unjuk rasa dapat berlangsung aman dan tertib. Pada hari Selasa ini, unjuk rasa akan melibatkan ribuan petani dan buruh sebagai bagian dari Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) ke-64. Aksi tersebut akan dimulai dari IRTI - Patung Kuda Indosat, Istana Negara, dan kemudian berlanjut ke Gedung DPR RI. Dalam aksi ini, sejumlah tuntutan akan diajukan, antara lain pelaksanaan reforma agraria, penyelesaian konflik agraria, penolakan impor pangan, serta penghapusan Omnibus Law UU Cipta Kerja. ANTARA