JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Petenis peringkat satu dunia, Iga Swiatek, kini telah menghabiskan 122 pekan sebagai pemegang posisi teratas di klasemen *WTA*, menduduki urutan ketujuh dalam daftar pemain yang paling lama berada di posisi tersebut. Dengan pencapaian ini, Swiatek telah melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Ashleigh Barty. Berdasarkan data yang diperoleh dari *WTA*, hanya ada enam petenis yang memiliki lebih banyak pekan sebagai juara dunia dibandingkan Swiatek. Pemain-pemain tersebut antara lain Stefanie Graf dengan 377 pekan, Martina Navratilova dengan 332 pekan, Serena Williams dengan 319 pekan, Chris Evert dengan 260 pekan, Martina Hingis dengan 209 pekan, dan Monica Seles dengan 178 pekan. Ashleigh Barty pertama kali mencapai peringkat satu dunia pada bulan Juni 2019 setelah berhasil meraih juara di turnamen beruntun di *French Open* dan Birmingham. Setelah itu, Barty sukses mempertahankan posisi tersebut selama tujuh pekan sebelum harus rela disusul oleh Naomi Osaka yang menguasai peringkat tersebut selama empat pekan. Barty kembali merebut gelar teratas setelah ajang *US Open* pada tahun 2019 dan bertahan di posisi tersebut selama 114 pekan berturut-turut hingga pengumuman pensiunnya pada bulan April 2022. Keputusan pensiun dari Barty memberikan kesempatan bagi Swiatek, yang saat itu berusia 19 tahun dan berada di posisi dua, untuk naik ke peringkat satu dunia, sekaligus menjadi petenis asal Polandia yang pertama kali meraih status tersebut. Pada tahun 2022, prestasi gemilang terlihat dari Swiatek yang berhasil mencatatkan 37 kemenangan beruntun, menjadi rekor terpanjang di abad ke-21, dimulai dari Doha hingga Wimbledon, dan mengakhiri tahun dengan status sebagai petenis nomor satu dunia. Swiatek mampu mempertahankan gelar ini selama 75 pekan berturut-turut sebelum akhirnya menyerahkan posisi tersebut kepada Aryna Sabalenka setelah *US Open* 2023. Rekor 75 pekan berturut-turut yang ditorehkan Swiatek ini menjadikannya sebagai yang terpanjang ketiga dalam sejarah *tour*, setelah Stefanie Graf (186 pekan) dan Martina Hingis (80 pekan). Di tahun yang lalu, Swiatek berjuang keras untuk merebut kembali peringkat satu dunia dan berhasil mengakhiri musim dengan gelar peringkat satu untuk kedua kalinya berturut-turut. Di akhir musim tersebut, ia memenangkan 11 pertandingan berturut-turut, termasuk 22 dari 23 set, serta meraih gelar di *China Open* dan *WTA Finals*. Dalam ajang *WTA Finals*, Swiatek mengalahkan Sabalenka di semifinal sebelum memastikan peringkat satu dengan kemenangan telak atas Jessica Pegula dengan skor 6-1, 6-0. Sejak itu, Swiatek telah mempertahankan posisinya sebagai petenis nomor satu dunia, memperpanjang catatan aktifnya hingga 47 pekan secara berturut-turut. ANTARA