**Borneonews - Nusa Tenggara Barat**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendukung inisiatif pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk melakukan promosi digital di desa-desa wisata yang ada di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui program bertajuk *Beli Kreatif Desa Wisata* (Beti Dewi).
Kegiatan ini berlangsung di Desa Wisata Sasak Ende, yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Dalam acara tersebut, Kemenparekraf memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pengelola desa wisata di NTB. Fokus dari pelatihan ini adalah pembuatan paket wisata serta produk-produk ekonomi kreatif, termasuk integrasi ke dalam ekosistem *online travel agent* (OTA) yang menjadi mitra Kemenparekraf.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kemenparekraf untuk mendorong para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif agar terus melakukan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi. Tujuan utamanya adalah untuk mengembangkan produk-produk pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkualitas.
"Desa wisata perlu memaksimalkan potensi yang dimiliki, sekaligus memasarkan produk-produk ekraf mereka. Wisatawan tidak hanya berkunjung, tetapi juga dapat membeli produk ekonomi kreatif yang ditawarkan," ungkap Menparekraf.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan pengelola desa wisata di NTB dapat meningkatkan keterampilan dalam menciptakan paket wisata yang menarik dan bervariasi. Selain itu, mereka diharapkan juga mampu melakukan promosi paket wisata secara digital.
"Proses ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi bagi paket wisata dan produk yang ada, sehingga nantinya dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke desa-desa wisata di NTB," jelas Made.
Sebanyak 10 desa wisata di NTB turut serta dalam kegiatan ini, yaitu Desa Wisata Loang Baloq, Desa Wisata Sesaot, Desa Wisata Bonjeruk, Desa Wisata Sukarara, Desa Wisata Rembitan, Desa Wisata Sasak Ende, Desa Wisata Penujak, Desa Wisata Loyok, serta Desa Wisata Setanggor.
Untuk menyelenggarakan pelatihan ini, Kemenparekraf bekerja sama dengan mitra agen perjalanan daring untuk memberikan bimbingan mengenai pembuatan paket wisata yang menarik serta metode promosi paket wisata desa melalui platform digital. Dengan kolaborasi ini, diharapkan desa-desa wisata di NTB mampu mencapai visi dan misi pengembangan pariwisata secara efektif.
ANTARA
Dukung Digitalisasi Desa Wisata NTB melalui Program Beti Dewi
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Jadwal Super League: Persib Hadapi Garudayaksa, Derbi Suramadu Warnai Pekan Ketujuh
Pria di Sampit Dilaporkan ke Polres Kotim atas Kasus Asusila terhadap Anak 8 Tahun
Penerbangan di Kalteng Terdampak Karhutla, Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal
Kalteng Prioritas Penanganan Karhutla, BNPB: Bantuan Luar Negeri untuk Teknologi Pemadaman
Komentar (0)
Memuat komentar…







