**Borneonews - Jakarta**, Wakil Presiden Maruf Amin mengemukakan bahwa sektor wakaf di Indonesia berpotensi sebagai katalisator untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dapat terealisasi melalui pengelolaan dan mobilisasi yang efektif. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya secara daring pada acara *12th Global Waqf Conference 2024*, yang berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, pada hari Selasa.
Dalam konteks ini, Wapres menegaskan bahwa negara dengan populasi mayoritas Muslim ini memiliki peluang besar dalam menggali potensi wakaf untuk mendatangkan kebaikan masyarakat secara luas. "Dengan pengumpulan dan pengelolaan yang tepat, wakaf dapat menghasilkan manfaat yang berlipat," ungkapnya.
Wapres memaparkan bahwa pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen dalam mengembangkan sektor wakaf sejak penerbitan regulasi mengenai perwakafan tanah milik. Sejak tahun 2004, pemerintah menetapkan bahwa wakaf tidak hanya terbatas pada tanah, melainkan juga meliputi berbagai aset lainnya, termasuk uang.
Seiring waktu, banyaknya varian bentuk wakaf kini semakin meluas. Awalnya, wakaf identik dengan bantuan sosial, namun saat ini orientasinya berubah menjadi produktif dengan tujuan mendukung pemberdayaan masyarakat, ujarnya.
Lebih lanjut, Wapres menjelaskan bahwa konsep wakaf, baik yang bersifat sosial maupun produktif, sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan menanggulangi kemiskinan ekstrem. Namun, ia menyoroti bahwa kesadaran masyarakat mengenai wakaf masih rendah jika dibandingkan dengan alat pengumpulan dana sosial lainnya, seperti zakat, infak, dan sedekah.
Oleh karena itu, ia mendorong semua pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan potensi wakaf yang ada. Pertama, ia meminta agar seluruh unsur pemerintah bersinergi dalam menyusun mekanisme pengembangan wakaf yang efektif dan inklusif. Penguatan regulasi dan pengawasan juga mutlak diperlukan untuk memastikan bahwa pengelolaan dana wakaf dilakukan dengan amanah dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga masyarakat tetap memiliki kepercayaan terhadap lembaga wakaf.
Kesadaran berwakaf perlu ditumbuhkan di berbagai lapisan masyarakat, mencakup generasi muda serta pelaku ekonomi dan akademisi, tambahnya.
Kedua, Wapres meminta lembaga keuangan syariah, seperti perbankan dan asuransi syariah, untuk terus berkolaborasi dengan organisasi wakaf dalam mengembangkan produk-produk keuangan wakaf. Contohnya adalah tabungan wakaf, *sukuk* wakaf, dan asuransi wakaf. Dengan adanya beragam pilihan instrumen ini, masyarakat akan memiliki lebih banyak opsi untuk berinvestasi dan bersedekah berbasis wakaf.
Ketiga, di era digital saat ini, fokus pada digitalisasi wakaf menjadi penting untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Wapres menyerukan agar pihak terkait membangun platform digital yang mempermudah masyarakat dalam berwakaf, serta menciptakan sistem efektif untuk memantau pengelolaan aset wakaf. Selain itu, integrasi data wakaf yang memadai juga diperlukan untuk memberikan gambaran jelas mengenai kinerja wakaf di Indonesia secara keseluruhan.
Keempat, ia menekankan pentingnya pengelolaan wakaf secara produktif agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam upaya pengentasan kemiskinan. Wakaf produktif harus terus didorong untuk memperluas program pemberdayaan, termasuk pemberian modal usaha, pendampingan bisnis, hingga pembukaan lapangan kerja, jelasnya.
Wapres mencita-citakan agar dana wakaf dapat dialokasikan untuk sektor-sektor strategis yang melibatkan masyarakat luas, seperti rumah sakit, properti, dan perkebunan. Manfaat wakaf harus disalurkan dengan tepat, dengan memprioritaskan daerah-daerah rawan kemiskinan serta kelompok yang rentan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan kepala keluarga, imbuhnya.
Terakhir, pelaksanaan kerja sama yang lebih baik dalam pengembangan wakaf, baik secara bilateral maupun multilateral, harus semakin ditingkatkan. Kolaborasi dalam pertukaran pengetahuan, pengembangan kebijakan, serta pelaksanaan proyek-proyek wakaf antar negara diharapkan dapat memperkuat peran wakaf dalam pembangunan global.
Wapres menutup sambutannya dengan harapan agar komitmen, kesungguhan, dan langkah-langkah untuk optimalisasi potensi wakaf di tingkat global dapat terwujud dengan nyata.
ANTARA
Wakaf Sebagai Katalis Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
573 Personel Dikerahkan Dalam Operasi Patuh Telabang 2026
Hujan Deras Guyur Sejumlah Lokasi di Taman Nasional Tanjung Puting
Sukardi Gau: Bahasa Indonesia Jadi Pemersatu di Tengah Keberagaman, Kalteng Punya 30 Bahasa Daerah
Putin Bantah Tudingan Rusia Provokasi Demonstrasi di Kawasan Eropa
Semarak Bulan Bahasa Digelar Serentak di 30 Balai Bahasa, Kalteng Angkat Seni dan Sastra
Shin Tae-yong Bersimpati Terhadap Pelatih Super League yang Dipecat
Komentar (0)
Memuat komentar…







