JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia kini memasuki fase baru sebagai negara industri, sebuah langkah penting yang didorong melalui pembangunan infrastruktur yang mendukung hilirisasi sumber daya alam. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden Jokowi pada acara peresmian fasilitas injeksi bauksit perdana *smelter grade alumina refinery* (SGAR) PT Borneo Alumina Indonesia, yang berlangsung di Mempawah, Kalimantan Barat. Dalam sambutannya, yang disiarkan secara daring dari Jakarta, Jokowi menyebutkan bahwa peresmian fasilitas ini menandai awal dari proses industrialisasi di Indonesia. Menurutnya, industri serta beroperasinya smelter-smelter lokal menjadi indikator penting dalam pengolahan bijih mineral menjadi logam murni atau paduan logam. Tidak hanya di Mempawah, Jokowi juga mengindikasikan bahwa pemerintah telah mulai mengoperasikan smelter tembaga PT Amman Mineral yang berlokasi di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 23 September. Ia mengungkapkan, "Kemarin, kita juga telah memulai untuk produksi tembaga di Sumbawa, PT Amman, senilai Rp21 triliun." Smelter PT Amman Mineral dibangun di atas lahan seluas 272 hektare, terletak sekitar 1,5 kilometer dari Pelabuhan Benete. Dengan kapasitas pengolahan mencapai 900 ribu ton konsentrat tembaga per tahun, smelter ini memproses bijih yang berasal dari tambang Batu Hijau dan Elang, serta mengolah 139 ribu ton fluks silika per tahun. Produk utama yang dihasilkan meliputi 220 ribu ton katoda tembaga *LME Grade A* dengan kemurnian 99,99 persen dan 830 ribu ton asam sulfat dengan kemurnian 98,50 persen setiap tahunnya. Lebih lanjut, Jokowi mengungkapkan bahwa PT Freeport Indonesia juga telah meluncurkan fasilitas smelter di Gresik, Jawa Timur. Total investasi untuk smelter ini mencapai Rp56 triliun, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan negara, yang diperkirakan dapat mencapai Rp80 triliun melalui sumber-sumber seperti dividen, royalti, pajak daerah, dan pajak ekspor. Smelter di Gresik ditargetkan untuk mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga dari Papua, menghasilkan tidak hanya 900 ribu ton katoda tembaga, tetapi juga 50 ton emas dan 210 ton perak. Hari ini, Jokowi juga meresmikan injeksi bauksit perdana untuk proyek SGAR tahap pertama oleh PT Borneo Alumina Indonesia, yang direncanakan memiliki kapasitas produksi alumina hingga 1 juta ton per tahun. Proyek ini memerlukan investasi sebesar Rp16 triliun dan bertujuan untuk mengintegrasikan rantai pasokan dari mineral bijih bauksit yang dihasilkan oleh PT Aneka Tambang di Kalimantan Barat, menuju smelter aluminium Inalum di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. ANTARA