**Borneonews - Lampung Barat**, Petugas gabungan yang terdiri dari berbagai instansi melakukan pemasangan dua kandang jebak untuk menangkap harimau sumatera (*Panthera tigris sumatrae*) yang telah melakukan serangan terhadap manusia di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.
Tim yang terlibat dalam upaya ini mencakup anggota dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSA), personel kepolisian, TNI, tim dokter hewan, serta perwakilan dari pemerintahan tingkat kecamatan dan desa.
Maris Feriyadi, Kepala Seksi Wilayah III Krui, menyatakan bahwa pemasangan kandang jebak ini dimulai pada hari sebelumnya. Menurutnya, pihaknya menargetkan untuk memasang antara tiga hingga empat kandang jebak, namun untuk tahap awal, dua kandang sudah dipasang. Pemasangan perangkat ini merupakan respons terhadap insiden yang melibatkan seorang warga Dusun Peninjauan, Pekon (Desa) Sukamarga, Kecamatan Suoh, yang diketahui telah diterkam oleh harimau saat sedang berkebun.
Maris melanjutkan bahwa berbagai langkah strategis tengah diambil untuk menanggapi insiden serangan harimau yang menimpa warga di Kecamatan Suoh baru-baru ini. "Kami sudah berada di lapangan sejak kemarin untuk mendiskusikan langkah-langkah yang akan diambil bersama pihak-pihak terkait," ujarnya.
Selain pemasangan kandang jebak, tim juga melakukan instalasi *camera trap* di area di mana kejadian serangan harimau dilaporkan terjadi. Upaya ini diharapkan dapat membantu dalam memantau keberadaan harimau dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Sebelumnya, pada hari Minggu, 22 September, personel kepolisian dari Polres Lampung Barat bersama warga setempat telah melakukan evakuasi terhadap seorang warga Dusun Peninjauan, Pekon Sukamarga, yang diduga menjadi korban serangan harimau saat bekerja di kebun. Kapolsek Bandar Negri Suoh, Iptu Edward Panjaitan, mengonfirmasi bahwa jasad seorang pria telah ditemukan dan dievakuasi ke tempat aman.
Peristiwa mengerikan ini terjadi pada hari Sabtu, 21 September, sekitar pukul 21.00 WIB. Edward menjelaskan bahwa lokasi insiden berada di dalam area Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), tepatnya di Gunung Ayem, Pemangku Kali Bata Atas, Pekon Suka Marga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Tim terus berupaya untuk mengatasi masalah ini demi keselamatan masyarakat dan satwa liar yang ada di sekitar kawasan tersebut.
ANTARA
Tim Gabungan Pasang Kandang Jebak untuk Cegah Harimau Serang Manusia
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Puluhan Sekolah di Palangka Raya Masih Dipimpin Plt, Pengisian Definitif Ikuti Aturan
Kapolres Gumas Tanam 50 Bibit Pucuk Merah di Lahan Bekas Karhutla
OJK Kalteng Manfaatkan Momentum BIK 2026, Dorong Masyarakat Bangun Ketahanan Finansial
Erupsi Gunung Semeru Terjadi Enam Kali dengan Tinggi Letusan Hingga 1,2 Km
Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Asap, Wakil Ketua III DPRD Kalteng Minta Masyarakat Waspada
Jaringan Peredaran Kayu Ilegal Didalami Pihak Kemenhut
Komentar (0)
Memuat komentar…







