BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dua hari ini warga Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat , sudah mencicipi kabut asap. Kabut yang diakibatkan oleh kebakaran lahan dan hutan itu mulai terasa pada Minggu (7/8/2016).
Saat itu warga yang sedang berolah raga pagi, terutama di arena car free day di jalan Sutan Syahrir, merasa tidak nyaman. Karena kabut asap sudah turun sejak pukul 05.00 pagi.
Asap terasa semakin pekat pada Senin (8/8/2016) subuh tadi. Bau sangit dan pengab sudah mulai terasa saat warga banngun pagi. Karena asap tersebut sudah meresap ke dalam rumah yang masih tertutup rapat.
“Pekatnya sudah seperti tahun lalu. Ini gelap sekali,” kata Ahmad, yang mau mengantar anaknya ke sekolah dengan sepeda motor.
Sebagaimana diberitakan, selama tiga hari terakhir di Pangkalan Bun terjadi kebakaran lahan. Pertama adalah kebakaran hutan di kawasan Hutan Produksi yang terjadi sekitar KM-28 Pangkalan Bun. Kebakaran yang terjadi tak jauh dari jembatan layang Masaurayan itu diperkirakan mencapai ratusan hektare.
Kemudian terjadi pula beberapa kebakaran skala kecil di ladang warga kawasan Raja Seberang. Berikutnya adalah kebakaran lahan yang melahap 48 hektare milik Edy Yansyah yang berada di Kampung Bungur, Kelurahan Baru. (m)








