**Borneonews - Bitung, Sulawesi Utara**, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan pemantauan terhadap Integrated Terminal (IT) Bitung. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang akhir tahun 2024.
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, menjelaskan pentingnya memastikan ketersediaan BBM, terutama menjelang periode pemilihan kepala daerah (pilkada) serta perayaan umum seperti Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Dia menyatakan, "Mayoritas masyarakat Sulawesi Utara adalah penganut Nasrani, yang tentunya akan merayakan Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memastikan keamanan pasokan BBM, baik yang bersifat subsidi maupun kompensasi."
Dalam keterangannya, Erika menegaskan bahwa pasokan BBM di IT Bitung dalam kondisi yang baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. "Saat ini, kami sedang melakukan pengisian BBM subsidi dan kompensasi dari kapal pengangkut ke tangki-tangki yang tersedia. Kami optimis bahwa stoknya aman," ujarnya.
Erika juga menyoroti peran penting IT Bitung sebagai salah satu terminal utama di wilayah Sulawesi, khususnya bagian utara. Suplai BBM untuk IT Bitung bersumber dari Fuel Terminal (FT) Tuban, sistem Ship To Ship (STS) di Kotabaru, serta IT Wayame. Sebelumnya, pasokan juga berasal dari Refinery Unit (RU) V di Balikpapan, Kalimantan Timur.
"IT Bitung tidak hanya memenuhi kebutuhan di Sulut, tetapi juga mendukung depo-depo di sekitar Pulau Sulawesi, termasuk Kepulauan Banggai dan Gorontalo. Dengan demikian, kami berharap fasilitas di IT Bitung dapat dioptimalkan untuk menjalankan fungsi strategisnya," tambahnya.
Erika berharap agar jetty terminal yang sedang dalam proses perbaikan dapat segera kembali beroperasi.
Di sisi lain, Anggota Komite BPH Migas, Iwan Prasetya Adhi, menekankan perlunya peningkatan dalam pengaturan manajemen stok BBM. Hal ini bertujuan agar stok di IT Bitung tetap aman dan stabil. Ia menjelaskan, pasokan dari RU V Balikpapan saat ini belum berjalan dengan optimal akibat kendala teknis, sehingga suplai dipenuhi oleh Kilang TPPI Tuban.
Iwan juga mengingatkan pentingnya pengaturan manajemen saat proses kedatangan kapal, agar pembongkaran BBM dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Ia meminta agar IT Bitung tetap memperhatikan *buffer zone* untuk menjaga keselamatan bagi semua pihak terkait.
"Mengingat posisi IT Bitung yang dekat dengan pemukiman, perlu adanya langkah-langkah preventif untuk mencegah kemungkinan risiko yang tidak diinginkan," jelasnya.
Anggota Komite BPH Migas lainnya, Eman Salman Arief, menekankan harapannya agar IT Bitung terus meningkatkan performanya. Hal ini dimaksudkan agar penyediaan dan distribusi BBM subsidi dan kompensasi dari terminal tersebut dapat berjalan dengan lancar.
"Kami mengapresiasi persiapan yang sudah dilakukan oleh tim di IT Bitung, baik dari aspek *safety*, lingkungan, maupun kesehatan. Ini perlu terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa pasokan BBM tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat," imbuhnya.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Koordinator Pemantauan Cadangan dan Pengelolaan Informasi Usaha BBM BPH Migas, Qodri Febrilian Erahman, serta sejumlah manajer dari Pertamina yang bertanggung jawab atas operasional dan distribusi di wilayah tersebut.
ANTARA
BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Aman Menjelang Natal dan Tahun Baru
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







