BORNEONEWS, Palangka Raya - Komandan Korem (Danrem) 102 Panju Panjung, Brigjen TNI Iwan Rosandriyanto, menegaskan seluruh anggota TNI di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) harus bersikap netral dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Hal ini disampaikannya dalam sebuah pernyataan resmi yang ditujukan kepada seluruh anggota TNI di jajaran Korem 102 Panju Panjung. "Netralitas TNI dalam Pemilu 2024 merupakan harga mati dan tidak bisa ditawar," tegas Danrem.
Iwan Rosandriyanto menekankan bahwa netralitas TNI dalam Pemilu merupakan kewajiban yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"TNI harus bersikap netral, tidak memihak, dan tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis," ujarnya, Selasa, 24 September 2024.
Ia juga mengingatkan bahwa anggota TNI harus menghindari segala bentuk tindakan yang dapat mengarah pada keberpihakan terhadap salah satu calon atau partai politik.
"TNI harus menjaga jarak dengan kegiatan politik praktis dan tidak boleh terlibat dalam kampanye atau kegiatan politik lainnya," tegasnya.
Danrem 102 Panju Panjung juga menyampaikan bahwa TNI akan menindak tegas anggota yang terbukti melanggar netralitas.
"TNI tidak akan mentolerir anggota yang terlibat dalam politik praktis dan akan menjatuhkan sanksi tegas kepada mereka," tegasnya.
Iwan Rosandriyanto berharap agar seluruh anggota TNI di wilayah Kalteng dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan menjaga netralitas dalam Pemilu 2024.
"TNI harus menjadi penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memastikan Pemilu 2024 berjalan dengan aman dan damai," pungkasnya. (PATHUR/H)









