BORNEONEWS, Pulang Pisau - Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pulang Pisau Tony Harisinta menyampaikan, rekomendasi tim teknis dan pakar terhadap hasil audit kasus stunting semester 1 tahun 2024, lebih besar penyebabnya adalah pemberian makan bergizi seimbang sebagai intervensi spesifik.
"Dari sisi kerangka intervensi, seperti kita ketahui bersama penanganan stunting secara garis besar, dilakukan melalui intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif yang difokuskan pada 1000 hari pertama kehidupan," kata Tony, Selasa, 24 September 2024.
Dijelaskan Tony, intervensi gizi spesifik adalah intervensi yang berhubungan dengan peningkatan gizi dan kesehatan, sementara intervensi gizi sensitif adalah intervensi pendukung seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, lanjut pria yang juga Sekda Pulang Pisau ini, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau kembali memberikan anggaran perubahan kepada semua perangkat daerah Rp 50 juta.
Penggunaannya Rp 40 juta untuk belanja Natura dan Rp 10 juta untuk operasional DWP, ahli gizi dan TPK di lapangan.
Pada awal tahun, jelas Tony melalui angggaran murni, telah memberikan alokasi anggaran untuk stunting sebanyak Rp 100 juta setiap perangkat daerah, tetapi hasilnya kurang maksimal.
"Oleh karena itu, agar tidak terjadi lagi perbedaan pemahaman program PMT di lapangan, maka kami selaku ketua TPPS memerintahkan Bapperida, BKAD, Dinkes dan DP3AP2KB untuk membuat juknis intervensi spesifik bagi perangkat daerah sebagai Bapak atau Bunda Asuh Anak Stunting Kabupaten Pulang Pisau," Ujar Tony. (RETHA/H)









