SURABAYA –
**Borneonews - Surabaya**, Kepolisian Daerah Jawa Timur telah mengambil langkah preventif dalam menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 dengan menerjunkan sebanyak 113 personel yang akan berfungsi sebagai pengawal pribadi. Tugas mereka mencakup perlindungan bagi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta calon Gubernur dan Wakil Gubernur di wilayah tersebut. Kapolda Jatim Irjen Pol Imam Sugianto mengungkapkan hal ini saat apel gelar pasukan yang berlangsung di Mapolda Surabaya. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyatakan bahwa pada Pilkada 2024 akan ada tiga pasangan calon gubernur, 60 pasangan calon bupati, dan 21 pasangan calon wali kota yang akan bertanding. Sebagai respons terhadap situasi ini, Polda Jatim telah membentuk tim pengawalan yang akan mendampingi Ketua KPU, Bawaslu, serta calon-calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Tim gabungan ini akan bertugas mengawasi dan memastikan kelancaran seluruh rangkaian Pilkada yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 September hingga 23 November 2024. Imam Sugianto menjelaskan bahwa para personel yang terpilih ini memegang peranan vital dalam menjaga keamanan penyelenggara pemilu dan pasangan calon selama proses Pilkada, terutama pada saat kampanye serta kegiatan publik lainnya. Beliau menekankan bahwa dalam menjalankan tugas sebagai pengawal pribadi, dibutuhkan bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga kewaspadaan dan ketelitian mengingat adanya potensi ancaman pada setiap tahapan pemilihan. Apel gelar pasukan ini juga menjadi sarana untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kelancaran Pilkada 2024. Dalam sambutannya, Imam Sugianto berharap agar para pengawal pribadi dapat meningkatkan keimanan dan niat dalam menjalankan tugas, sehingga setiap pelaksanaan dapat menjadi amal ibadah. Lebih lanjut, beliau memberikan pesan kepada para personel untuk mempersiapkan mental dan fisik saat menjalankan tugas. Kewaspadaan dan analisis potensi ancaman juga diingatkan agar langkah pencegahan dapat dilaksanakan dengan baik. Imam juga menitikberatkan pentingnya memperhatikan sikap, tampang, serta perilaku para personel agar tidak berbuat yang dapat merugikan citra Kepolisian Negara Republik Indonesia. Penting bagi mereka untuk menjaga kehormatan Polri dengan memastikan netralitas dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil. ANTARA