BORNEONEWS, Barito-Selatan -  Nazwa, 4, balita yang diduga menderita gizi buruk meninggal dunia Sabtu (6/8/2016). Sebelumnya ia sempat dirawat di RSUD Jaraga Sasameh Buntok, Barito Selatan (Barsel), selama 15 hari.     

Meninggalnya anak bungsu dari tujuh bersaudara anak pasangan Ardiansyah, 40, dan Norhayat, 35, dalam perjalanan pulang tepatnya di Desa Telang Baru, Kabupaten Barito Timur  (Bartim).

“Meninggalnya Nazwa saat dalam perjalanan pulang ke Desa Mangkatir, Kecamatan Dusun Hilir tepatnya di Desa Telang Baru, Bartim,” kata kepala Dinas Kesehatan Barsel, Daryomo Sukiastono melalui kasi Kesehatan dasar, Kalam Jihad kepada Borneonews. Senin (8/8/2016).     

Ia mengatakan, pihak keluarga memaksa membawa Nazwa pulang ke kampung halaman di Desa Mangkatir, Kecamatan Dusun Hilir.  

“Kita bersama dokter spesialis anak sudah memberikan pengertian agar Nazwa tetap dirawat, namun keluarganya tetap memaksa dan bersedia membuat surat pernyataan menolak untuk dirawat,” bebernya.   
 
Padahal, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Barsel sudah memfasilitasi dengan memberikan bantuan, baik dari pemerintah Desa Mangkatir, Kecamatan Dusun Hilir maupun pemerintah kabupaten.

Untk biaya pengobatan dan perawatan selama perawatan digratiskan, termasuk biaya makan keluarga yang menunggu di rumah sakit. Namun apa daya pihak keluarga tetap memaksa untuk membawanya pulang.   
 
Selain itu, lanjut dia, administrasi BPJS sudah dibuat oleh pemkab dan rencananya Nazwa akan dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya pada hari ini Senin (8/8/2016), akan tetapi pihak keluarganya memaksa membawa pulang Nazwa pada hari Jum’at (5/8/2016). (URIUTU DJAPER/m).