BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Pangkalpinang** Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Sugito, secara simbolis menyerahkan bantuan 60 ekor sapi kepada kelompok-kelompok petani. Penyerahan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan usaha peternakan di wilayah tersebut, sekaligus sebagai upaya peningkatan ketahanan pangan. Sugito menyampaikan harapannya bahwa bantuan sapi ini akan berkontribusi pada peningkatan ketahanan pangan, terutama dalam penyediaan daging sapi yang saat ini masih tergantung pada pasokan dari luar daerah. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Pangkalpinang dan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2024. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan fokus meningkatkan ketahanan pangan lokal. Sumber dana untuk pengadaan 60 ekor sapi ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2024. Bantuan tersebut dibagikan kepada enam kelompok tani. Di antaranya, Gabungan Kelompok Tani (Gabpoktan) Tangguh dari Desa Bukit Layang di Kabupaten Bangka menerima 10 ekor sapi, sementara Gapoktan Kenanga Jaya yang berasal dari Desa Teru, Kabupaten Bangka Tengah, juga mendapatkan 10 ekor sapi. Selain itu, Gapoktan Bumi Serumpun dari Desa Payung di Kabupaten Bangka Selatan, Gapoktan Menumbing Lestari dari Desa Sungai Daeng di Kabupaten Bangka Barat, Gapoktan Mekar Berseri dari Desa Mentigi di Kabupaten Belitung, serta Gapoktan Makmur Barokah dari Desa Kelubi di Belitung Timur masing-masing menerima 10 ekor sapi. Dalam kesempatan tersebut, Sugito mendorong Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel untuk terus menggerakkan semangat kemandirian dalam ketahanan pangan, yang berangkat dari potensi lokal yang ada di desa-desa. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Romdoni, menambahkan bahwa bantuan 60 ekor sapi ini merupakan langkah untuk mendukung kelompok tani dalam mengembangkan sektor peternakan sapi di daerah ini. Saat ini, daerah tersebut masih bergantung pada pasokan daging sapi dari luar, karena industri peternakan sapi masih berada pada tahap pengembangan. ANTARA