**Borneonews - Jakarta**, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusianya, meskipun telah merayakan 79 tahun kemerdekaannya. Salah satu isu krusial yang memerlukan perhatian serius adalah masalah *stunting*, yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak.
*Stunting* merupakan suatu bentuk malnutrisi yang dapat memengaruhi anak-anak di bawah usia lima tahun. Kondisi ini berpotensi mengakibatkan gangguan perkembangan kognitif pada anak, yang selanjutnya dapat berdampak negatif pada prestasi pendidikan mereka. Selain itu, anak-anak yang mengalami *stunting* berhadapan dengan risiko terkena penyakit serius di kemudian hari, seperti diabetes tipe II dan penyakit jantung.
Berdasarkan data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023, angka *stunting* telah mengalami penurunan dari 27,67 persen pada tahun 2019 menjadi 21,5 persen pada tahun 2023. Meskipun demikian, angka tersebut masih tergolong tinggi dan memprihatinkan. Jika tidak segera ditangani, *stunting* dapat menghambat pembangunan nasional, karena kondisi kesehatan yang buruk akan membebani generasi produktif di masa mendatang. Keberadaan bonus demografis tidak akan memberikan keuntungan jika masalah ini tidak teratasi secara berkelanjutan.
Pemerintah telah menjadikan perbaikan konsumsi pangan dan praktik pengasuhan yang baik sebagai prioritas dalam upaya melawan *stunting*. Nutrisi seimbang dari usia dini, baik dalam variasi maupun kandungan gizi, sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Notohamijoyo (2023) menggarisbawahi bahwa seribu hari pertama kehidupan, dimulai dari masa konsepsi, adalah periode kritis untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sumber daya kelautan. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan, stok ikan Indonesia mencapai 12,01 juta ton pada tahun 2022. Potensi ini memungkinkan pemanfaatan yang optimal, mirip dengan pemulihan Jepang setelah Perang Dunia II, yang menunjukkan dampak positif konsumsi makanan laut dalam mengurangi *stunting*.
Meski demikian, konsumsi ikan di Indonesia masih tergolong rendah. Urbanisasi dan globalisasi telah menyebabkan pergeseran pola makan dengan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji, yang sering kali tidak memenuhi standar kebutuhan gizi. Ikan sebagai sumber makanan utama sangat vital bagi masyarakat Indonesia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Selain itu, Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2017 mengenai kebijakan pangan dan gizi strategis menegaskan pentingnya makanan bergizi seperti ikan.
Namun demikian, regulasi lanjutan, yaitu Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang bertujuan mempercepat penurunan *stunting*, belum cukup memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan konsumsi ikan. Oleh karena itu, penegasan kembali konsumsi ikan menjadi hal yang krusial dalam strategi pemerintah untuk memperbaiki gizi dan mengatasi *stunting*. Ragam ikan laut yang melimpah di Indonesia, termasuk spesies demersal dan pelagis, menawarkan banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan berbagai selera.
Upaya untuk mempromosikan ikan sebagai sumber makanan utama sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia dan menangani masalah *stunting* secara efektif. Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa angka konsumsi ikan di 15 provinsi, termasuk Jakarta, masih di bawah rata-rata. Oleh karena itu, ini harus menjadi perhatian utama dalam upaya pencegahan *stunting*.
Pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konsumsi seafood harus mendapat perhatian yang lebih serius. Terbatasnya anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang dalam penyebaran gerakan konsumsi ikan. Penelitian oleh Maulana (2018) menunjukkan terdapat beragam kompleksitas terkait dengan konsumsi seafood di Indonesia, mulai dari pola perilaku, distribusi ikan, hingga literasi budaya dan akses terhadap sumber daya perikanan.
Diperlukan upaya yang lebih terkoordinasi dan luas untuk meningkatkan konsumsi seafood dengan melibatkan kolaborasi lintas sektor serta memperbaiki saluran komunikasi agar informasi dapat menjangkau masyarakat secara efektif. Penggunaan media baru menjadi penting untuk mendorong kampanye konsumsi ikan, terutama dalam mendidik masyarakat tentang manfaat makanan laut. Platform digital menawarkan cara yang lebih cepat dan efisien untuk menyebarluaskan kesadaran ini.
Meningkatkan konsumsi ikan tidak boleh mengandalkan metode tradisional belaka. Teknologi informasi telah mengubah media menjadi bentuk yang interaktif dan mudah diakses di berbagai perangkat, selaras dengan perubahan perilaku konsumsi media secara global. Media baru dapat menjadi alat yang efektif dalam menyediakan akses informasi yang kreatif dan inovatif bagi masyarakat. Informasi yang disajikan lebih mudah dipahami dan diadopsi, sehingga efektif dalam memperkuat kesadaran publik mengenai pentingnya gizi yang baik sejak usia dini melalui konsumsi seafood yang berkelanjutan.
Penelitian oleh Ismail dan Khalid (2015) menunjukkan bahwa media baru dapat memengaruhi kesadaran publik terhadap konsumsi ikan, turut mempromosikan para nelayan di pasar ikan, memengaruhi perilaku pembelian, serta mengurangi dominasi para perantara. Selain itu, Lahath (2021) menemukan bahwa pemasaran makanan di media sosial memengaruhi perilaku makan remaja dan berkontribusi pada peningkatan konsumsi makanan yang tinggi kalori namun rendah nutrisi.
Penelitian terbaru oleh Notohamijoyo et al. (2024) menunjukkan bahwa media baru memiliki dampak yang signifikan dalam membangun budaya konsumsi seafood di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan upaya yang terus menerus, diharapkan Indonesia dapat mengatasi masalah *stunting* sebelum merayakan ulang tahun kemerdekaannya yang ke-100.
ANTARA
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Sebut Kawasan Timur Tengah akan Berubah Total Pascaperang
Polres Seruyan Gelar Operasi Patuh Telabang 2026, Utamakan Langkah Pencegahan
Menteri Nilai 68 Ribu UMKM Pemasok MBG Masih Sedikit
Perasaan Carrick Campur Aduk Usai MU Dibungkam Bournemouth
2 Gol Kylian Mbappe Menangkan Real Madrid 2-1 atas Barcelona
AC Milan Lanjutkan Catatan Tanpa Kalah Usai Menang 2-0 atas Udinese
Komentar (0)
Memuat komentar…







