**Borneonews - Jakarta**, PT Bank DBS Indonesia menjalin kerja sama dengan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia untuk meluncurkan layanan Rekening Dana Nasabah (RDN). Kedua perusahaan menargetkan untuk menarik satu juta investor baru dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
Melfrida Gultom, selaku Direktur Consumer Banking Bank DBS, menjelaskan bahwa peluncuran RDN merupakan bentuk komitmen dari kedua belah pihak dalam mendukung inisiatif *wealth democratization*. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada nasabah dalam merencanakan masa depan dan memanfaatkan peluang investasi yang ada.
Lebih lanjut, Melfrida menyatakan bahwa dengan adanya RDN, diharapkan dapat memperkuat dan memajukan pasar modal di Indonesia. Dalam penjelasannya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Melfrida menekankan misi mereka untuk menjadi *Trusted Wealth Manager* yang menyediakan berbagai solusi investasi yang cerdas, aman, andal, dan relevan. Layanan ini akan menawarkan kemudahan melalui satu akun pembayaran untuk semua aktivitas di pasar modal.
Melfrida juga menyoroti sejumlah keuntungan yang ditawarkan produk RDN, termasuk suku bunga yang kompetitif, tanpa saldo minimum, serta biaya administrasi yang dibebaskan. Ini diharapkan dapat menarik lebih banyak nasabah untuk berinvestasi di pasar modal.
Dalam pertemuan yang sama, Tomi Taufan, Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menambahkan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas pilihan produk investasi bagi para nasabah dalam mengelola kekayaan dan mencapai tujuan finansial mereka.
Tomi berharap kerja sama ini dapat membuka peluang lebih luas dalam menawarkan solusi investasi yang lebih baik, sekaligus mendemokratisasi *wealth*. Ia juga mengungkapkan kemungkinan untuk menghadirkan berbagai kolaborasi baru, seperti dalam penawaran obligasi dan layanan rekening tabungan bersama dengan merek yang sama, sehingga membuat akses terhadap layanan keuangan berkualitas lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah.
Menariknya, pada Juli 2024, Bank DBS Indonesia akan berperan sebagai bank administrator RDN dan bank pembayaran yang ditunjuk oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Dalam periode 2024-2029, semua bank administrator RDN berfungsi sebagai bank pembayaran KSEI, yang akan memperlancar penyelesaian transaksi efek di pasar modal serta menyediakan alternatif fasilitas intraday untuk perusahaan efek.
Menurut KSEI, per Juni 2024, jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 13 juta, dengan rata-rata transaksi harian sebesar Rp12,3 triliun. Investasi di Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan tingkat peningkatan investor rata-rata mencapai 38,7 persen per tahun sejak 2020, di mana individu lokal mendominasi angka ini dengan persentase mencapai 99 persen.
Sejalan dengan hal tersebut, riset yang dilakukan oleh YouGov untuk Bank DBS Indonesia pada tahun 2023 mencatat bahwa 31 persen masyarakat dari kelompok kelas atas memprioritaskan investasi setelah menabung, yang diutamakan oleh 51 persen responden dalam pengelolaan aset mereka. Selain itu, studi tersebut juga menunjukkan bahwa 41 persen masyarakat mengakses layanan finansial melalui aplikasi online, menggarisbawahi pentingnya integrasi antara investasi dan teknologi dalam era modern ini.
ANTARA
Bank DBS dan Mirae Targetkan Satu Juta Investor Baru melalui RDN
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wakil Bupati Gumas Ajak Kawal Investasi untuk Kesejahteraan dan Keadilan Masyarakat
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
Komentar (0)
Memuat komentar…







