**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) senilai USD 500 juta, atau setara dengan Rp7,55 triliun berdasarkan kurs Rp15.117 per dolar AS, akan dialokasikan untuk berbagai program transisi energi di Indonesia. Salah satu fokus dari penggunaan dana tersebut adalah program pensiun dini untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Airlangga menyatakan, "Pinjaman ini salah satunya ditujukan untuk mempercepat transisi energi, termasuk dalam konteks *early retirement* dari *power plant* seperti PLTU." Penegasan tersebut disampaikan usai pelaksanaan Green Initiative Conference 2024 yang berlangsung di Jakarta.
Ketika ditanyakan mengenai suku bunga pinjaman ADB, Menteri Airlangga menjelaskan bahwa informasi tersebut perlu diverifikasi lebih lanjut. Ia juga menambahkan bahwa umumnya, bunga yang dikenakan atas pinjaman dari ADB cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lembaga keuangan lainnya.
Skenario pensiun dini PLTU menjadi salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah dalam upayanya mempercepat transisi energi nasional. Namun, program ini menghadapi tantangan signifikan akibat kebutuhan biaya yang cukup besar untuk implementasinya.
Sebuah kajian yang dilakukan oleh Institute for Essential Services Reform (IESR) menunjukkan bahwa total biaya yang diperlukan untuk memensiunkan PLTU diproyeksikan mencapai USD 4,6 miliar hingga tahun 2030, dan dapat meningkat hingga USD 27,5 miliar pada tahun 2050.
Dalam perkembangan terakhir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menginformasikan bahwa terdapat 13 PLTU batu bara yang sudah terdaftar untuk menjalani pensiun dini. Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, pada hari Selasa (20/8), menyatakan bahwa ke-13 PLTU tersebut telah diidentifikasi melalui studi internal yang dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan United Nations Office for Project Services (UNOPS).
"Dari studi mengenai *coal retirement* yang telah kami sebutkan sebelumnya, kami mendapatkan hasil dari tiga studi yang berbeda. Hasil analisis dari kami sendiri, ITB, dan UNOPS telah dirangkum dan diidentifikasi, sehingga kami memiliki daftar 13 PLTU yang perlu dipensiunkan di luar wilayah Cirebon," ungkap Eniya.
ANTARA
Pinjaman ADB Rp7,55 Triliun untuk Transisi Energi Indonesia
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Razia Narkoba, 32 Sopir Angkutan Batubara di Barito Timur Jalani Tes Urine
Ganda Putri Isyana/Rinjani Sabet Gelar Juara Indonesia Masters
Arema FC Libas Dewa United 4 Gol Tanpa Balas
Veda Ega Alihkan Fokus ke GP Malaysia Usai GP Australia Batal
Komentar (0)
Memuat komentar…







