JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta Selatan**, Polisi berkolaborasi dengan ahli telematika dalam upaya menyelidiki rekaman kamera pengawas atau *CCTV* terkait kasus perundungan yang terjadi di Binus School, Jakarta Selatan. Penyelidikan ini dilakukan untuk memperoleh data yang lebih akurat mengenai insiden tersebut. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa pihaknya akan meminta keterangan dari berbagai ahli. Mereka akan memverifikasi apakah ada pengeditan dalam bukti berupa rekaman *CCTV* yang telah diserahkan. Proses ini bertujuan untuk memastikan fakta mengenai kekerasan yang dialami oleh korban. Selanjutnya, Nurma menyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara rekaman *CCTV* yang diterima oleh pihak kepolisian dan yang disediakan oleh Binus School. Meskipun demikian, penyidik masih akan mencari bukti tambahan yang dapat menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Di samping itu, para ahli juga akan melakukan pemeriksaan terhadap hasil visum yang dijadikan barang bukti dalam kasus tersebut, untuk memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai tuntutan yang dilaporkan. Hingga saat ini, polisi telah mengumpulkan keterangan dari sebanyak 18 saksi. Keseluruhan saksi tersebut direncanakan untuk diperiksa kembali guna mendalami perkara perundungan ini secara lebih mendetail. Sebelumnya, pihak kepolisian memastikan bahwa orang-orang yang terlibat sebagai terlapor dalam kasus perundungan di Binus School, Jakarta Selatan, tidak ada hubungannya dengan anak ketua partai politik ataupun pejabat publik. Insiden perundungan ini dilaporkan terjadi pada Selasa, 30 Januari, dan dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Selatan sehari setelahnya, yaitu pada Rabu, 31 Januari. Kasus ini terungkap setelah seorang siswa bernama RE melaporkan pengeroyokan serta tindakan perundungan yang diduga dilakukan oleh tiga orang lain, dengan 30 siswa lainnya sebagai saksi mata. Sementara itu, pihak Binus School mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa tidak ditemukan indikasi perundungan. Mereka menyebut bahwa apa yang terjadi adalah pertandingan satu lawan satu yang disepakati oleh semua pihak yang terlibat. Saat ini, semua siswa yang terlibat dalam insiden pertandingan tersebut, baik yang berpartisipasi maupun yang menonton, telah menjalani sanksi sesuai dengan kebijakan sekolah. ANTARA