JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) mengungkapkan bahwa pemanfaatan inovasi dalam layanan teknologi dan digitalisasi memiliki potensi besar dalam mengoptimalkan penerimaan negara serta meningkatkan efektivitas pengawasan di sektor ini. Menurut Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba, Totoh Abdul Fatah, penggunaan inovasi ini diharapkan memberikan dampak positif terhadap penerimaan negara serta memperkuat pengawasan. Ia menekankan pentingnya inovasi ini dalam mencapai tujuan integrasi dan transparansi dalam pengelolaan sumber daya mineral dan batubara di Indonesia. Kementerian ESDM telah aktif berkontribusi dalam mengembangkan inovasi layanan teknologi dan sistem digital guna transformasi sektor pertambangan dan batu bara. Berbagai aplikasi telah dikembangkan dengan semangat kolaborasi untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya secara efisien dan transparan. Inisiatif tersebut diharapkan juga dapat membawa dampak signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam industri pertambangan. Hal ini mencakup peningkatan kepatuhan terhadap regulasi, efisiensi operasional, penguatan transparansi dan akuntabilitas, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Totoh Abdul Fatah juga mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam mendorong perubahan positif dalam pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Ia berharap kolaborasi ini tidak hanya membawa kemajuan dalam teknologi, tetapi juga mengarah pada praktik tata kelola pertambangan yang lebih baik dan berkelanjutan. Kesungguhan dalam mewujudkan tata kelola yang baik adalah bagian dari tanggung jawab dan rasa cinta kepada bangsa dan negara. Siti Sumilah Rita Susilawati, Sekretaris Direktorat Ditjen Minerba, menjelaskan bahwa sektor pertambangan, khususnya dalam bidang mineral dan batubara, merupakan salah satu pilar penting perekonomian nasional. Sektor ini memberikan kontribusi signifikan sebagai sumber penerimaan negara. Sektor pertambangan memiliki peran penting dalam mendorong pembangunan daerah, memperbaiki neraca perdagangan, menarik investasi, serta menyediakan energi dan bahan baku untuk industri di dalam negeri. Hingga tahun 2023, kontribusi sektor pertambangan terhadap negara tercermin dalam realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari subsektor mineral dan batubara yang mencapai Rp172,96 triliun. Dengan kontribusi yang besar tersebut, sektor pertambangan menjadi krusial bagi perkembangan Indonesia. Oleh karena itu, inovasi dalam produktivitas dan keselamatan di sektor pertambangan harus menjadi perhatian utama pemerintah dan badan usaha terkait. ANTARA