DENPASAR –
**Borneonews - Denpasar**, Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, saat ini sedang menunggu hasil pengumuman seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (*KPK*). Proses seleksi tersebut telah memasuki tahap wawancara yang dilakukannya pekan lalu. Dalam keterangannya, Sang Made menyatakan bahwa ia akan menantikan proses pengumuman yang dijadwalkan pada tanggal 2 Oktober mendatang. Informasi ini disampaikan saat ia hadir dalam pelantikan Penjabat Sementara Wali Kota Denpasar, serta Bupati Jembrana dan Bupati Bangli di Denpasar pada hari Selasa. Sang Made mengungkapkan bahwa selama wawancara, terdapat banyak pertanyaan yang lebih mendalami profil dan latar belakangnya. Selain itu, panitia seleksi juga mempertanyakan gagasan dan tindakan yang akan diambil oleh para kandidat jika mereka terpilih menjadi pimpinan KPK. Sebagai seorang mantan Staf Khusus di Kementerian Dalam Negeri, Sang Made Mahendra Jaya mengaku bahwa saat ini ia hanya ingin fokus pada pengumuman hasil yang akan datang. Ia menjelaskan bahwa apapun hasilnya, akan diterimanya dengan lapang dada. Menurutnya, setelah tahap ini masih ada beberapa tes lagi yang harus dilalui oleh kandidat terpilih. "Kita hanya menunggu pengumuman ini, wawancara sudah dilakukan dan kini tinggal menunggu hasil untuk sepuluh besar. Untuk tahap selanjutnya, biarkan mengalir karena masih ada beberapa tes yang harus dilalui," ungkapnya. Sebelumnya, Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Republik Indonesia telah mengumumkan daftar 20 nama kandidat yang berhasil lolos tes asesmen profil, termasuk nama Sang Made Mahendra Jaya. Pengumuman tersebut tercantum dalam dokumen resmi dengan nomor 66/PANSEL-KPK/09/2024. Pada hari Rabu, 18 September lalu, di Jakarta, Sang Made melanjutkan proses seleksinya dengan mengikuti tes wawancara yang merupakan bagian dari tahapan untuk mendapatkan posisi di KPK. ANTARA