**Borneonews - Pontianak**, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Barat mengadakan seruan kepada semua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, beserta seluruh simpatisan dan pendukungnya untuk bersama-sama menciptakan suasana kampanye yang damai, tanpa melibatkan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (*SARA*), serta informasi yang menyesatkan atau hoaks.
Dalam acara deklarasi damai yang dilaksanakan, tiga pasangan calon yang sudah ditetapkan sebagai peserta Pilkada 2024 turut hadir. Mereka adalah Sutarmidji-Didi Haryono (nomor urut 1), Ria Norsan-Krisantus Kurniawan (nomor urut 2), dan Muda Mahendrawan-Jakius Sinyor (nomor urut 3). Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Kalbar, Muhammad Syarifuddin Budi, menegaskan komitmen setiap pasangan calon beserta partai pengusungnya untuk menjalankan kampanye dengan cara yang bersih, bermartabat, dan lebih menekankan pada program serta gagasan, dibandingkan dengan serangan personal atau kampanye negatif.
Budi menyatakan bahwa deklarasi kampanye damai ini merupakan langkah awal yang penting dalam menciptakan situasi yang kondusif bagi pelaksanaan Pilkada. Ia menyerukan kepada seluruh pasangan calon dan simpatisan untuk senantiasa menjaga integritas dan etika saat berkampanye. Menurutnya, kampanye yang bebas dari isu *SARA*, fitnah, dan hoaks sangatlah krusial untuk membangun demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Lebih lanjut, Budi mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap etika kampanye, termasuk penyebaran hoaks atau penggunaan isu SARA, tidak hanya dapat merusak tatanan demokrasi, tetapi juga dapat memecah persatuan masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk fokus pada gagasan dan solusi nyata yang dapat membantu kemajuan Kalimantan Barat, alih-alih terjebak dalam hal-hal yang berpotensi memecah belah.
Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, juga menyampaikan pandangannya. Ia menekankan bahwa kampanye yang baik adalah yang menawarkan ide serta gagasan konstruktif untuk pembangunan daerah. Harisson berharap agar ketiga pasangan calon mampu mengedepankan program-program positif dan tidak terjerat dalam praktik kampanye yang negatif.
"Kampanye yang terbaik adalah yang mempromosikan ide-ide serta konsep yang dapat mendukung kemajuan daerah. Saya berharap semua pasangan calon akan lebih berfokus pada program yang mereka tawarkan kepada masyarakat, bukan pada saling menjatuhkan atau mencemarkan nama baik lawan," ungkap Harisson. Ia juga menambahkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan di antara masyarakat, meskipun terdapat perbedaan pilihan politik.
"Mari kita pastikan bahwa perbedaan pilihan tidak akan merusak keharmonisan yang sudah terbangun di antara warga. Kita perlu bersinergi untuk menjaga lingkungan yang damai dan kondusif selama tahapan Pilkada," tutupnya.
ANTARA
KPU Kalbar Serukan Kampanye Damai Tanpa SARA dan Hoaks
Bagikan:

PONTIANAK –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bayi Laki-Laki Ditemukan di Pelataran Musala di Kotabaru
Warga Kasongan Dihebohkan Penemuan Mayat Membusuk di Parit Jalan DI Panjaitan
Topan Champi Ancam Taiwan, Sekolah dan Perkantoran Ditutup di 20 Wilayah
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Komentar (0)
Memuat komentar…







