**Borneonews - Padang**, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat tengah melakukan pemetaan terhadap berbagai daerah yang dianggap berpotensi rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak yang dijadwalkan pada tahun 2024.
Kepala Polda Sumbar, Inspektur Jenderal Polisi Suharyono, menyampaikan bahwa daerah-daerah yang diprioritaskan meliputi wilayah pertambangan, pertanahan, dan perkebunan, terutama yang berada di Kabupaten Agam, Pasaman Barat, serta Solok Selatan. Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan memprediksi situasi yang mungkin muncul selama proses pemilihan.
Di area perkotaan, pihak kepolisian juga telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan gangguan, seperti tawuran di kalangan remaja, aksi balapan liar, serta peredaran narkotika. Suharyono menekankan bahwa Polda Sumbar berkomitmen untuk mengoptimalkan penyelesaian setiap perkara yang terjadi di daerah tersebut.
Pemetaan yang dilakukan diharapkan dapat meminimalkan potensi gangguan yang dapat mengganggu jalannya pesta demokrasi di Ranah Minang. Meski begitu, Suharyono menegaskan bahwa secara umum, sebagian besar wilayah di daerah tersebut masih tergolong aman meski situasi perlu diwaspadai.
Pengawasan dan antisipasi dilakukan dengan memberdayakan seluruh personel kepolisian. Polda Sumbar akan mengerahkan sekitar 3.000 anggota untuk mengamankan pelaksanaan Pilkada Serentak, di luar kekuatan personel dari Polres yang tersebar di 19 kabupaten dan kota.
Kapolda juga menjelaskan bahwa mereka akan melaksanakan berbagai langkah preventif, termasuk melakukan *patroli dialogis* dan *patroli siber* guna menjaga keamanan masyarakat. Jumlah personel yang dikerahkan ini mencapai hampir tiga perempat dari total kekuatan operasional Polda pada agenda nasional seperti Pilkada.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Surya Efitrimen, mengajak semua elemen, termasuk calon gubernur, wakil gubernur, bupati, wali kota, dan wakilnya, untuk senantiasa mengedepankan semangat persaudaraan sepanjang proses pemilihan. Ia menyerukan agar kampanye yang dilaksanakan oleh para calon difokuskan pada hal-hal yang bermartabat, serta memprioritaskan gagasan dan program yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat.
Lebih lanjut, KPU juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang membangkitkan isu yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan. Mengingat, isu-isu tersebut dapat menggoyahkan persatuan dan kesatuan di masyarakat, yang merupakan aset berharga dalam sebuah demokrasi.
ANTARA
Polda Sumbar Pemetaan Daerah Rawan Jelang Pilkada Serentak 2024
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Puncak BIK 2026 di Kobar, Pemkab Dorong Akses Keuangan Menjangkau UMKM hingga Desa
Gubernur Kalteng Ajak Tokoh Agama Perkuat Pesan Perdamaian
Komentar (0)
Memuat komentar…







