JAKARTA –
**Borneonews - [Ankara]**, Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (*UNICEF*), Catherine Russel, telah menyuarakan kekhawatirannya terkait meningkatnya kekerasan di wilayah Israel dan Lebanon. Hal ini mengikuti serangan yang dilaporkan menewaskan sedikitnya 24 anak di Lebanon selatan pada hari Senin. Catherine Russel mengungkapkan keprihatinannya, mencatat bahwa serangan yang terus meningkat di kawasan itu menunjukkan sebuah *eskalasi yang berbahaya* bagi kehidupan warga sipil. Dia menegaskan pentingnya perhatian terhadap situasi yang dihadapi anak-anak di Lebanon dan Israel, yang saat ini mengalami trauma psikologis yang mendalam sebagai akibat dari serangan udara dan krisis pengungsian. Dalam pernyataannya, Russel juga mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk mematuhi hukum kemanusiaan internasional. Hukum ini dirancang untuk melindungi warga sipil, infrastruktur penting, serta pekerja kemanusiaan dan tenaga medis yang berada di daerah konflik. Sejak serangan dimulai, Israel telah meluncurkan serangkaian serangan udara ke area selatan dan timur Lebanon. Menurut laporan otoritas kesehatan Lebanon, aksi militer yang dilancarkan oleh Israel itu telah mengakibatkan setidaknya 492 korban jiwa, termasuk 35 di antaranya adalah anak-anak, dan lebih dari 1.645 lainnya mengalami luka-luka. Kehidupan ribuan warga sipil juga terganggu ketika mereka terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Konflik ini melibatkan kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang berseteru dengan Israel, sejak Israel melancarkan agresi terhadap Jalur Gaza, Palestina. Tindakan penyerangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut, meskipun terdapat peringatan dari komunitas internasional bahwa langkah tersebut berpotensi memperluas konflik yang sedang berkecamuk di Gaza ke wilayah lain. ANTARA