BORNEONEWS, Palangka Raya - Satu lagi, warga kurang mampu membutuhkan uluran tangan. Kali ini bukan seorang balita tapi lelaki berusia 40 tahun.

Adalah Ahmad Gapuri, warga Jalan dr Murjani, Gang Sukamaju 1, Palangka Raya. Bapak dua anak kembar pengantin, Muhammad Rihan dan Rihana, 5 itu menderita kanker kulit di bagian paha sebelah kiri. Bahkan penyakit tersebut sudah ia derita selama tujuh tahun hingga menggerogoti kulit pahanya yang kini telah membesar.

Menurut ceritanya, luka tersebut pertama kali muncul sekecil bisul. Namun seiring berjalannya waktu, luka itu membesar dan tak kunjung sembuh. Ahmad sudah berupaya mengobati secara tradisional. Hanya sekali dibawa ke rumah sakit yakni RS Ulin di Banjarmasin.

"Dulu pernah dibawa ke RS Ulin Banjarmasin. Kata dokter ini kanker kulit. Terus dokter bilang harus dioperasi. Tapi waktu itu HB nya rendah dan dana tidak ada sehingga tidak jadi," kata Ahmad Gapuri kepada wartawan, Senin (8/8/2016).

Dia menuturkan, selama menderita sakit itu, Ahmad berada di Banjarmasin. Sehari-hari ia kerja sebagai buruh lepas di pelabuhan untuk memenuhi kebutuhan anak dan istri Misliani, 35.

"Tapi luka terus membesar sehingga saya sudah dua tahun tidak bisa kerja," curhatnya.

Ahmad kemudian mencoba berangkat ke Palangka Raya sekalian mencari obat. Namun apa yang dicarinya belum didapatkan. Di Palangka Raya, ia tinggal bersama kakak kandungnya Ibrahim, 50. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ahmad mengandalkan Ibrahim.

Itu pun masih belum cukup mengingat harus membayar sewa barak Rp250 ribu per bulan. "BPJS sebenarnya ada. Tapi BPJS Banjar. Memang kepingin berobat ke RS tapi tidak ada ongkos sehari-harinya," tuntasnya sembari berharap ada donatur yang membantunya untuk berobat. (BUDI YULIANTO/m)