GORONTALO –
**Borneonews - Gorontalo**, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengungkapkan penyebab terjadinya gempa bumi dengan magnitudo 6,4 yang kemudian direvisi menjadi 6,1. Gempa tersebut mengguncang wilayah Gorontalo pada hari Selasa, sekitar pukul 03.51 WITA. Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya, menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis *gempa menengah* yang disebabkan oleh aktivitas deformasi pada lempeng Sangihe. Ini menunjukkan adanya pergerakan permukaan Bumi yang cukup signifikan di daerah tersebut. Menurut analisis yang dilakukan oleh BMKG, gempa berlokasi di laut, tepatnya pada jarak 77 kilometer arah barat daya Gorontalo, dengan kedalaman mencapai 132 kilometer. Mekanisme sumber gempa ini tergolong dalam kategori pergerakan naik, yang berimplikasi pada jenis guncangan yang dirasakan di permukaan. Andri menyebutkan bahwa intensitas guncangan gempa berada dalam kisaran III hingga IV MMI. Guncangan ini menimbulkan dampak fisik, di antaranya plafon di PAUD Menara Ilmu dan pagar di salah satu *showroom* mobil mengalami kerusakan dan roboh. Setelah kejadian gempa pertama, tercatat ada tiga kejadian gempa susulan dengan magnitudo masing-masing 2,1, 2,7, dan 2,9. Andri berharap agar frekuensi gempa susulan ke depannya akan menurun, sehingga kondisi wilayah dapat kembali stabil dan normal. BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk mengakses informasi hanya dari sumber yang terpercaya, seperti kanal resmi BMKG, dan menghindari berita-berita hoaks yang bersifat menyesatkan serta tidak bertanggung jawab. ANTARA