**Borneonews - Jakarta**, Penerapan *chatbot* yang didukung oleh *artificial intelligence* (AI) dalam dunia digital saat ini menjadi hal yang sangat berharga bagi perusahaan. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memberikan banyak keuntungan dalam pengalaman pelanggan atau *customer experience*.
Agil Ghifari, seorang *Machine Learning Engineer* dari Devoteam Indonesia, menjelaskan bahwa pengalaman pelanggan memiliki peran yang krusial dalam pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang sebuah perusahaan. Menurutnya, penggunaan *Generative AI* dapat membantu dalam memperbaiki pengalaman pelanggan dengan signifikan.
"Generative AI sekarang ini adalah instrumen yang berharga dalam mengoptimalkan pengalaman pelanggan, karena kemampuannya untuk mengotomatisasi berbagai tugas yang melibatkan input tidak terstruktur, semiterstruktur, serta grafik melalui model multimodal," ujarnya. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum adanya generasi AI, proses tersebut tergolong menantang.
Di sisi lain, sistem tradisional sering mengalami kesulitan dalam memproses data yang tidak terstruktur seperti teks, gambar, atau video, yang pada gilirannya menghambat penciptaan interaksi tanpa hambatan antara bisnis dan pelanggan. Berbeda dengan itu, generasi AI memiliki kemampuan untuk mengenali pola dalam data yang kompleks dan secara otomatis memberikan respons yang relevan serta dipersonalisasi.
Dengan demikian, perusahaan dapat menyediakan layanan yang lebih adaptif dan responsif, yang pada akhirnya mengubah interaksi pelanggan menjadi pengalaman yang lebih terarah dan berarti, imbuhnya.
Agil juga menyoroti beberapa keuntungan dari penerapan *chatbot* berbasis AI. Salah satunya adalah kecepatan respons serta ketersediaan 24 jam, yang artinya pelanggan tidak perlu menunggu lama dalam mendapatkan jawaban, sehingga hal ini berkontribusi pada peningkatan tingkat kepuasan pelanggan.
Selanjutnya, personalisasi layanan menjadi salah satu fitur unggulan. Program *chatbot* AI mampu menganalisis riwayat interaksi serta preferensi masing-masing pelanggan, memberikan rekomendasi dan respons yang lebih tepat guna. "Ini jelas menciptakan pengalaman berinteraksi yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan spesifik individu," tambahnya.
Keunggulan lain adalah kemampuan *chatbot* beroperasi dalam berbagai bahasa, yang memungkinkan pelanggan dari beragam negara komunikasi dengan nyaman tanpa terhambat oleh batasan bahasa. Ini menjadi stratégi penting untuk memperluas jangkauan global bisnis.
Tidak kalah penting adalah efisiensi dalam menangani volume interaksi yang tinggi. *Chatbot* AI dapat menangani sejumlah besar interaksi secara bersamaan tanpa mengurangi kualitas pelayanan. Situasi ini menjadi sangat bermanfaat saat perusahaan menghadapi lonjakan permintaan, seperti dalam waktu promosi atau acara tertentu.
Apabila *chatbot* tidak mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi pelanggan, AI dapat dengan gesit mengalihkan pelanggan kepada agen layanan manusia yang tepat, dengan membawa seluruh konteks percakapan sebelumnya. Ini mempercepat proses penyelesaian masalah dan mengurangi tingkat frustrasi yang dialami pelanggan, jelasnya.
Agil menggarisbawahi bahwa memberikan pengalaman pelanggan yang positif adalah langkah strategis dalam pengembangan setiap perusahaan. Hal ini tidak hanya mendorong pertumbuhan pendapatan dan loyalitas pelanggan, tetapi juga memperkuat reputasi merek, mendorong inovasi, dan memastikan keberlanjutan bisnis.
"Memfokuskan perhatian pada pengalaman pelanggan adalah kunci untuk menciptakan keunggulan kompetitif dan meraih kesuksesan yang bertahan lama," tutup Agil. Dalam upaya mendalami pengaruh teknologi *chatbot* dan AI, Devoteam Indonesia menyelenggarakan acara yang bertajuk "Enhancing Customer Experience with Gen AI-powered Chatbots" di Jakarta, yang dihadiri oleh lebih dari 50 perusahaan dari beragam sektor industri.
ANTARA
Penerapan chatbot AI untuk tingkatkan pengalaman pelanggan perusahaan
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Raharjati Nursamsa Raih Perak World Climbing Series di Chile
ISPU Kapuas Melonjak dari 1.657 ke 2.406 dalam Sejam, Udara Berstatus Berbahaya
Imam/Fairuz Tempati Peringkat Keempat AVC Suma Open 2026
Kemenperin Bidik Industri Animasi Perluas Penyerapan Tenaga Kerja
Wamenekraf Ajak Pelaku Ekraf Daerah Bidik Pasar Lebih Luas
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Ogasawara Jepang
Komentar (0)
Memuat komentar…







