JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Wakil Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), Ferry Juliantono, menekankan pentingnya revitalisasi koperasi untuk mengatasi ketidakmerataan ekonomi di masyarakat, khususnya di daerah pedesaan. Dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan di Jakarta, Ferry mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi koperasi yang semakin memburuk di Indonesia, terutama yang berada di lingkungan desa. Koperasi yang dulunya berfungsi sebagai pilar utama perekonomian desa kini banyak berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Salah satu aspeknya adalah kemunduran yang dialami oleh Koperasi Unit Desa (KUD). Ferry menjelaskan bahwa KUD, yang sebelumnya dikenal sebagai lembaga ekonomi yang produktif, kini banyak yang menghadapi kesulitan, bahkan dalam beberapa kasus terpaksa gulung tikar. “Pranata kelembagaan di pedesaan harus dihidupkan kembali. Saya percaya bahwa siapa pun yang tinggal di daerah tersebut, baik penduduk lokal maupun mereka yang bekerja di tanah itu, merupakan bagian dari komunitas yang seharusnya memiliki badan usaha yang berfungsi,” ungkap Ferry. Dia menambahkan bahwa koperasi adalah pilihan yang paling sesuai untuk menciptakan badan usaha yang mampu memberdayakan masyarakat tersebut. Lebih lanjut, Ferry menyatakan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam mewujudkan keadilan sosial dan memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam secara kolektif dan berkelanjutan. Dengan mengelola sumber daya secara bersama, hasilnya dapat dinikmati oleh seluruh anggota komunitas, memberikan manfaat yang lebih merata. Di tengah kondisi ketimpangan penguasaan aset yang mencolok di Indonesia, revitalisasi koperasi juga menjadi sangat krusial. Ferry mencatat bahwa total aset seluruh badan usaha koperasi saat ini hanya mencapai Rp153 triliun. Angka ini sangat jauh dibandingkan dengan aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mencapai sekitar Rp10.000 triliun, serta aset badan usaha swasta yang bisa mencapai puluhan ribu triliun. "Oleh karena itu, seiring dengan peningkatan penguasaan aset dan akses ekonomi, kita perlu memperjuangkan agar koperasi dapat mewakili kekuatan komunitas di daerah tersebut, sehingga mereka dapat memanfaatkan hasil dari sumber daya yang ada,” tutup Ferry. ANTARA