PADANG –
**Borneonews - Padang**, Kapolda Provinsi Sumatera Barat, Irjen Polisi Suharyono, mengajak masyarakat untuk tidak merasa ragu dalam melaporkan oknum polisi yang berpotensi tidak netral selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024. Dalam pernyataannya, Suharyono menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam memastikan proses pemilihan berjalan dengan adil. "Jika ada di antara masyarakat yang menemukan atau mendapatkan informasi mengenai anggota polisi yang terbukti tidak netral, kami sangat mengharapkan laporan dari mereka," ungkapnya di Padang. Sebagai Kapolda, ia menjanjikan bahwa setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secara profesional. Ia menegaskan bahwa oknum polisi yang ketahuan memihak salah satu pasangan calon akan segera diproses oleh bagian profesi dan pengamanan (propam) serta tim pengamanan internal (Paminal) Polda Sumbar. Suharyono, yang merupakan lulusan terbaik Akademi Kepolisian tahun 1992 dan penerima penghargaan Adhi Makayasa, mengingatkan bahwa netralitas institusi Polri merupakan sebuah amanat yang harus dipatuhi. Arahan dari Kapolri kepada seluruh jajaran Polri selama pelaksanaan pesta demokrasi ini sangat jelas, yaitu tetap melaksanakan tugas tanpa memihak. "Menyikapi hal ini, pimpinan Polri bersama dengan pemimpin di negeri ini terus mengingatkan bahwa, berdasarkan undang-undang, baik TNI maupun Polri harus berpegang pada sikap netral," tegasnya. Walaupun Kapolda optimis setiap personel yang ditugaskan akan menjalankan tugas dengan sikap netral, ia tetap mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam mengawasi anggota polisi. Keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan diharapkan dapat membantu menciptakan suasana pemilihan yang transparan dan bebas dari praktik tidak etis. Sebagai tambahan informasi, Pilkada serentak di Sumbar akan diikuti oleh 56 pasangan calon, termasuk para incumbent, mantan anggota TNI/Polri, serta calon dari jalur perseorangan dan koalisi partai politik. Untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, terdapat dua pasangan calon yang telah ditentukan. Pasangan nomor urut 1 yaitu Mahyeldi-Vasko Ruseimy mengusung dukungan dari lima partai politik, yakni PKS, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PBB, dan Perindo, dengan akumulasi suara sah sebanyak 1.200.925 suara. Di sisi lain, pasangan nomor urut 2, Epyardi Asda dan Ekos Albar, diusung oleh enam partai politik, antara lain PAN, Partai Golkar, Partai NasDem, PDI Perjuangan, Partai Gelora, dan Partai Buruh, dengan total suara sah mencapai 1.241.170 suara. ANTARA