JAKARTA –
**Borneonews - Bekasi**, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Dani Hamdani mengumumkan bahwa polisi telah membuka saluran aduan bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga mereka dalam kaitannya dengan kasus penemuan tujuh jasad di Kali Bekasi. “Pengaduan ini dibuka bagi para warga, terutama mereka yang khawatir akan anggota keluarganya yang belum kembali,” ungkap Dani di Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Pernyataan ini disampaikan ketika Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja khusus untuk memantau lokasi di mana tujuh jasad ditemukan, yaitu di pinggir kali belakang Masjid Al Ikhlas, Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih. Dani menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat lima keluarga yang telah datang untuk melaporkan kehilangan anggota mereka. Proses identifikasi terhadap tujuh jenazah yang ditemukan mengapung di Kali Bekasi pada hari Minggu, 22 September 2023, masih terus dilakukan. “Tidak ada identitas yang ditemukan pada tubuh jenazah tersebut, termasuk dompet atau data lainnya,” tambahnya. Pihak kepolisian berupaya mengidentifikasi jenazah melalui ponsel yang ditemukan di lokasi. “Awalnya ada dua ponsel yang ditemukan, namun terendam air. Kami telah mengirimkan ponsel-ponsel ini ke tim siber untuk dibuka, tetapi hingga saat ini proses tersebut masih berlangsung. Kami berharap ponsel ini dapat memberikan informasi mengenai identitas para korban,” jelasnya. Dani menjelaskan kronologi awal penemuan tujuh jasad tersebut. Ia menyatakan bahwa laporan pertama kali datang dari warga yang melaporkan adanya lima mayat. Namun, setelah pengecekan oleh pihak kepolisian, jumlah mayat yang ditemukan bertambah menjadi tujuh. “Proses evakuasi berlangsung antara pukul 8 hingga 9 pagi. Kami juga mendapat bantuan dari Basarnas dan BPBD untuk menelusuri sungai, khawatir masih ada korban lain di dalamnya,” lanjut Dani. Ketujuh mayat yang ditemukan di Kali Bekasi kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sebelumnya, pada pagi hari Minggu, 22 September 2023, sekitar pukul 06.00 WIB, warga menemukan tujuh jenazah mengambang di Kali Bekasi, tepatnya di belakang Masjid Al Ikhlas Perumahan Pondok Gede Permai RT004/RW008, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, dan laporan diterima pukul 07.00 WIB. Polisi telah menyatakan bahwa penemuan tujuh mayat ini diduga terkait dengan aksi tawuran. Pada saat itu, pihak kepolisian tengah melakukan patroli untuk mencegah potensi konflik. Hingga saat ini, pihak berwajib telah menangkap 15 orang tersangka, di mana tiga di antaranya terdeteksi membawa senjata tajam. ANTARA