PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat melakukan sejumlah upaya untuk memberdayakan ekonomi masyarakat dengan cara memanfaatkan limbah perca dalam pembuatan produk fesyen yang memiliki nilai ekonomis. Dalam suatu acara sosialisasi yang berlangsung di Pontianak, Penjabat Ketua TP PKK Kalbar, Windy Prihastari Harisson, menjelaskan bahwa salah satu tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenalkan cara-cara pemanfaatan limbah kain perca dalam rangka mendukung *sustainable fashion* serta pengembangan industri busana lokal yang mencerminkan kearifan daerah. Windy menekankan pentingnya kreativitas dalam mengolah limbah tersebut. Menurutnya, dengan melakukan inovasi pada limbah perca, masyarakat—terutama perajin lokal—dapat menciptakan produk yang tidak hanya menarik tetapi juga memberikan nilai tambah secara ekonomi. Ia menyatakan harapannya agar pelatihan ini bisa mengembangkan keterampilan masyarakat, sehingga mereka mampu menghasilkan produk fesyen berkualitas tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga. Selain itu, Windy juga menyoroti potensi besar limbah perca dalam menciptakan busana yang ramah lingkungan. Ia berpendapat bahwa *sustainable fashion* bukan sekadar tren semata, melainkan merupakan solusi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif dari sampah tekstil yang bisa merusak ekosistem. “Dengan memanfaatkan limbah perca, kita tidak hanya berkontribusi dalam pengurangan sampah, namun juga mampu menciptakan produk-produk unik yang bersaing di pasar,” ungkapnya. Pada acara sosialisasi tersebut, TP PKK Kalbar juga mengundang desainer terkenal asal Kalimantan Barat, Arif, yang memiliki reputasi baik di tingkat nasional serta internasional. Dalam kesempatan itu, Arif membagikan pengetahuan mengenai teknik pengolahan kain perca khas Kalimantan Barat menjadi busana-ciptaan yang memiliki nilai estetika yang tinggi dan kompetitif. Ia menekankan bahwa kekayaan budaya dan sumber daya di Kalimantan Barat seharusnya dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk busana yang akan banyak diminati. “Ini adalah kesempatan berharga untuk mengembangkan *sustainable fashion* yang mencerminkan identitas Kalbar. Dengan inovasi yang tepat, kita bisa membawa nama daerah kita ke kancah yang lebih luas, baik di nasional maupun internasional,” tutur Arif. ANTARA