JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengamat militer serta Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, mengungkapkan bahwa dalam era pemerintahan calon presiden Prabowo Subianto, angkatan siber dari TNI akan mengalami penguatan yang signifikan. Menurutnya, hal ini dikarenakan Prabowo memiliki pengalaman luas di bidang pertahanan serta pemahaman mendalam tentang konsep keamanan siber yang diperlukan oleh suatu negara. Fahmi menjelaskan bahwa Prabowo sering menekankan pentingnya modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan kapasitas pertahanan, yang juga mencakup pertahanan siber. Dalam pandangannya, Prabowo yang merupakan mantan militer, memiliki wawasan terkait ancaman di masa depan, sehingga menjadikannya lebih sadar akan pentingnya aspek ini. Lebih lanjut, Fahmi mencatat bahwa perang siber merupakan salah satu bentuk peperangan generasi kelima yang sangat bergantung pada data dan informasi dalam menyerang negara lain. Fenomena ini sudah mulai terlihat di zaman modern saat ini, yang mendorong Prabowo untuk mendukung pengembangan matra keempat, yaitu Angkatan Siber TNI. Fahmi menyoroti bahwa Prabowo memahami kebutuhan untuk memiliki pertahanan siber yang kuat di tengah ancaman yang semakin kompleks. Dalam upaya untuk memperkuat legitimasi Angkatan Siber TNI, pemerintah perlu menyusun regulasi yang jelas dan melakukan revisi terhadap Undang-Undang TNI. Tentu saja, penguatan angkatan siber tidak hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga infrastruktur teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk mencapai itu, diperlukan anggaran yang cukup besar. Lebih jauh, TNI juga harus memperkenalkan pemahaman baru mengenai Angkatan Siber sebagai salah satu matra kritikal yang memiliki tanggung jawab dalam melindungi negara. Fahmi memperkirakan bahwa proses pengembangan ini membutuhkan waktu antara 10 hingga 15 tahun agar Angkatan Siber TNI dapat berfungsi secara mandiri dan efisien. Kendati demikian, dibawah kepemimpinan Prabowo, Fahmi optimis bahwa semua proses tersebut akan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. ANTARA