JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menegaskan bahwa peningkatan produktivitas merupakan kunci untuk menghindari jebakan pendapatan menengah. Dalam pernyataannya, ia menyoroti bahwa elemen utama dalam upaya ini adalah produktivitas yang lebih baik. Ia menyatakan bahwa investasi dan faktor produksi domestik harus diarahkan untuk menghasilkan output yang lebih produktif dan berkualitas tinggi. Mulyani juga menambahkan bahwa dengan memanfaatkan bonus demografi yang ada di Indonesia, peningkatan produktivitas dapat dicapai melalui peningkatan kualitas pendidikan serta kesehatan masyarakat. Menurutnya, dua aspek tersebut menjadi pilar utama yang dapat meningkatkan nilai tambah dari semua faktor produksi. Dalam pandangannya, pemerintah telah melaksanakan berbagai upaya, termasuk memberikan beasiswa melalui Dana Abadi Pendidikan (LPDP) dan meningkatkan penyediaan layanan serta peralatan kesehatan. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur berkualitas sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur, selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, telah menjadi salah satu prioritas nasional yang mencakup berbagai sektor seperti energi, kereta api, jalan raya, bandara, pelabuhan, dan teknologi digital. Menteri Keuangan juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur harus didukung oleh regulasi dan kebijakan yang tepat, serta kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah. Peningkatan desentralisasi dan otonomi daerah juga dianggap vital untuk menghadirkan pelayanan publik yang optimal. Indrawati menyatakan bahwa evaluasi terhadap pengaturan kelembagaan juga sangat diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang ada. Dalam upaya Indonesia menuju status negara berpendapatan tinggi, ia menekankan pentingnya penguatan elemen pembangunan. "Kita harus mampu meningkatkan kinerja dalam aspek pertumbuhan, kualitas, dan penciptaan lapangan kerja, dengan memperhatikan kualitas, inklusivitas, serta kemampuan kita untuk melindungi lingkungan melalui proses pembangunan yang lebih hijau dan berkarbon rendah," ujarnya menutup pernyataan. ANTARA