**Borneonews - Bangkalan**, PT Pelindo Marine Service, yang lebih dikenal dengan sebutan Pelindo Marine, telah melakukan langkah strategis untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada di Desa Socah, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan melalui pembangunan jaringan pipa distribusi yang bertujuan untuk mengalirkan sumber air tawar ke lahan kering agar dapat dimanfaatkan kembali untuk pertanian yang lebih produktif.
Koordinator Bidang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Kementerian BUMN, Fahrudin, berharap bahwa keberadaan jaringan pipa ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan, termasuk peningkatan pendapatan bagi para petani setempat. "Program TJSL Pelindo Marine ini dirancang dengan pendekatan multidimensional. Semua ini bermula dari inisiatif di bidang lingkungan," jelasnya di Surabaya.
Fahrudin menjelaskan bahwa dukungan yang diberikan oleh Pelindo diawali dengan membangun sumur untuk menjawab tantangan lahan kering. Seiring berjalannya waktu, dukungan tersebut berkembang dengan tujuan meningkatkan hasil pertanian sehingga petani dapat mulai berjualan dan meraih manfaat ekonomi.
Febrianto Zenny Sulistyo, yang menjabat sebagai Departemen Head Program TJSL Pelindo, menambahkan bahwa keputusan untuk meneruskan dukungan dalam proyek Sumber Air Berkah, termasuk pemasangan jaringan perpipaan, diambil untuk memperbesar dampak dan manfaat dari program tersebut.
Keberadaan Sumber Air Berkah telah membuat lahan pertanian di desa tersebut lebih produktif. Distribusi air yang lebih luas kini memungkinkan lahan yang sebelumnya hanya mampu diolah seluas 2 hektare, kini berpotensi untuk mengairi lahan hingga 7 sampai 10 hektare.
Langkah ini juga berdampak pada peningkatan jumlah petani yang merasakan manfaat dari proyek ini. Awalnya hanya terdapat sekitar 20 petani, jumlah tersebut kini meningkat menjadi antara 50 hingga 75 petani. "Dengan semakin banyak petani yang terlibat, beban biaya dan tenaga untuk pengoperasian sistem menjadi lebih ringan, berkat adanya pengelolaan secara gotong royong," ungkapnya.
Alfarobi Hasan, seorang perwakilan dari warga desa, menyatakan bahwa lahan kering di daerah mereka telah mengalami banyak perkembangan. Sebelumnya, lahan tersebut hanya dapat ditanami sekali dalam setahun, dan sisanya tidak terpakai dengan baik. "Dengan hadirnya Sumber Air Berkah, panen padi yang dulunya hanya dilakukan setahun sekali kini bisa dilakukan dua hingga tiga kali dalam setahun. Kami juga sedang mencoba menanam jagung sebagai komoditas baru," ujarnya.
Alfarobi menambahkan, dengan adanya surplus hasil panen, para petani kini semakin menyadari bahwa produksi pertanian dapat diubah menjadi komoditas ekonomi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan penghasilan keluarga dan membantu biaya pendidikan anak-anak mereka.
ANTARA
Optimalkan Lahan Pertanian Bangkalan dengan Jaringan Pipa Air
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Hadapi Isenmulang FC, PSIM Fokus Pulihkan Fisik dan Benahi Pertahanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







