BANTEN –
**Borneonews - Kabupaten Tangerang**, Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, telah mengambil langkah signifikan untuk mengatasi masalah stunting dengan mendistribusikan sebanyak 2.500 kilogram pangan sehat kepada balita yang membutuhkan. Ini merupakan bagian dari upaya terintegrasi untuk menurunkan angka pertumbuhan gagal pada anak-anak. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Asep Jatnika, mengungkapkan bahwa bantuan pangan sehat ini ditujukan kepada 500 balita yang tersebar di sepuluh desa serta enam kecamatan. Penyaluran tersebut dilaksanakan dalam waktu lima hari, dimulai dari hari Senin, 23 September, hingga Jumat, 27 September mendatang. Selain penyaluran pangan, Asep juga menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi seimbang. Edukasi ini diharapkan dapat membantu para orang tua memahami peranan nutrisi dalam pencegahan stunting bagi anak-anak mereka. Dalam program bantuan ini, setiap penerima akan mendapatkan paket pangan yang terdiri dari 10 kilogram beras, 2 kilogram daging ayam ras, dan 1 kilogram telur ayam. Total bantuan ini merupakan bagian dari program Dapur B2SA yang direncanakan untuk tahun 2024. Sebagai bagian dari pelaksanaan program ini, distribusi pangan sehat akan dilakukan di sepuluh desa di beberapa kecamatan. Untuk Kecamatan Mauk mencakup Desa Mauk Barat, Desa Tegal Kunir Kidul, Desa Banyu Asih, dan Desa Marga Mulya. Di Kecamatan Pagedangan, bantuan akan diberikan di Desa Situ Gadung dan Desa Cijantra, sementara di Kecamatan Pakuhaji akan terbagi di Desa Sukawali. Di Kecamatan Curug, distribusi akan dilakukan di Desa Curug Wetan dan di Kecamatan Rajeg di Desa Sukasari. Terakhir, di Kecamatan Kemiri bantuan akan diberikan kepada Desa Klebet. Asep berharap dengan adanya program ini, angka stunting di Kabupaten Tangerang dapat menurun secara signifikan hingga mencapai target ideal, yaitu nol kasus stunting. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi isu kesehatan pada balita dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. ANTARA